WhatsApp Icon
banner

Berita Terkini

Baznas Bantu 15 Warga Benelan Lor
Baznas Bantu 15 Warga Benelan Lor
BANYUWANGI-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi menyerahkan bantuan bagi 15 warga kurang beruntung di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat. Bantuan itu diberikan langsung di Pendapa Kantor Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, pada Selasa sore (3/11). Penyerahan bantuan dilakukan secara bergantian oleh Wakil Ketua Bidang Distribusi Baznas Kabupaten Banyuwangi Nanang Khairurrazik, Wakil Ketua Bidang Pengumpulan Baznas Elly Irwan Suryanto, Camat Kabat Budi Wahono, dan Kepala Desa Benelan Lor, Khoirul Anam. Tak ketinggalan, Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Kabat Mujalis beserta timnya dan perwakilan PT Pandawa Agri Indonesia (PAI) juga turut menyerahkan santunan. Kepala Desa Benelan Lor, Khoirul Anam dalam kata sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Baznas dan PAI yang memberikan santunan kepada 15 warga Desa Benelan Lor yang kurang beruntung. Belasan penerima bantuan adalah warga yang tengah sakit kronis, stroke, dan disabilitas. "Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan meringankan beban warga kami yang membutuhkan," katanya. Sementara itu, Camat Kabat Budi Wahono memberikan apresiasi kepada PAI yang memberikan sebagian rejekinya melalui zakat pertanian ke Baznas. "Alhamdulillah, hari ini disalurkan kepada warga Desa Benelan Lor yang sangat membutuhkan bantuan," ujarnya. Budi berharap, ke depan kolaborasi ini semakin terarah. "Desa punya data base masyarakat yang butuh kita tolong," katanya. Wakil Ketua Bidang Distribusi Baznas Kabupaten Banyuwangi Nanang Khairurrazik mengakui, Baznas hanya sebagai mediator. Bantuan ini berasal dari zakat pertanian yang disetorkan oleh PAI melalui Baznas. "Pada bulan Oktober 2026, PAI sudah menunaikan zakat pertanian dari hasil panen padi yang ketiga," ungkapnya. Nanang menambahkan, bapak ibu penerima manfaat dihadirkan di Balai Desa Benelan Lor sebagai bentuk pertanggungjawaban dari Baznas kepada PAI. "Mudah-mudahan dengan zakat tahun ini, panen PAI meningkat sehingga lebih besar lagi zakatnya," cetusnya. (***)
04/11/2026 | Humas BAZNAS Banyuwangi
Adinkes Anugerahi Baznas ATM Award
Adinkes Anugerahi Baznas ATM Award
BANYUWANGI-Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto menerima penghargaan Baznas ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria) Award 2026. Penghargaan dari Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) itu diserahkan oleh Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid di Hotel Harris & Conventions Festival Citylink Bandung pada Selasa malam (3/10). Ketua Umum Adinkes dr M Subuh mengatakan, penghargaan ATM Award adalah bentuk apresiasi bagi daerah dan mitra yang telah berkontribusi nyata dalam upaya percepatan penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria. Program ATM merupakan tanggung jawab dan kepemilikan daerah. "Oleh karena itu, setiap daerah wajib merencanakan dan menjalankannya secara mandiri," katanya dalam kata sambutannya. Tahun 2026 menandai masa transisi penting, lanjut Subuh, yang mana dukungan hibah Global Fund Periode 8 berakhir. "Sehingga pembiayaan dan pengelolaan program harus semakin dimandatkan dalam anggaran daerah masing-masing," imbuhnya. Menurutnya, keberhasilan penanggulangan ATM tidak dapat dilakukan sendirian oleh Dinas Kesehatan saja. Melainkan dibutuhkan sinergi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan, lembaga, dan masyarakat luas. "Supaya tujuan eliminasi ATM benar-benar tercapai dan berjalan secara berkelanjutan," ujarnya. Sementara itu, Ketua CCMI Indonesia Prof Asnawi Abdullah menjelaskan bahwa Global Fund telah memberikan dukungan hibah yang sangat berarti bagi pengelolaan program ATM di Indonesia. Selama ini, pendampingan dan pelibatan masyarakat sipil terbukti mampu membuat sasaran program menjadi lebih tepat guna dan menyentuh kelompok yang membutuhkan. "Kami meyakini bahwa masyarakat sipil adalah mitra strategis yang dapat melaksanakan program dengan efektif di lapangan," katanya. Oleh karena itu, eliminasi ATM bukan tugas satu pihak saja. Melainkan upaya kolektif Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, lembaga terkait, dan seluruh elemen masyarakat. "Semoga apa yang telah diraih dan dicapai bersama dapat terus dipertahankan, ditingkatkan, dan dilanjutkan secara berkesinambungan hingga tercapainya eliminasi ATM di Indonesia," harapnya. Pengurus Adinkes Wilayah Banyuwangi dr Irin menambahkan, parameter penilaian Baznas ATM Award adalah dukungan Baznas kabupaten/kota terhadap upaya pencegahan dan penanganan AIDS, TBC, dan Malaria. "Penilaian terhadap Baznas Kabupaten Banyuwangi dilakukan berdasarkan parameter tersebut pada tahun 2026," tandasnya. Ketua Baznas Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto mengaku sangat berterima kasih atas apresiasi dan penghargaan Adinkes terhadap Baznas. "Ke depan, Baznas Kabupaten Banyuwangi berkomitmen untuk meningkatkan dukungan terhadap upaya penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria melalui Program Banyuwangi Sehat," pungkasnya.(***)
04/11/2026 | Humas BAZNAS Banyuwangi
Pengadilan Agama dan Baznas Teken MoU
Pengadilan Agama dan Baznas Teken MoU
BANYUWANGI-Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi menjalin kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi. Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan oleh Ketua PA Dr Hj Rizkiyah Hasanah SAg MHum dan Ketua Baznas Drs Dwi Yanto MAP di ruang rapat Kantor PA pada Senin pagi (2/11). Kerjasama kedua belah pihak dalam hal memberikan pelayanan dan fasilitasi penyerahan harta waris yang secara sukarela diserahkan oleh ahli waris atau pihak yang berhak kepada Baznas. "Tujuannya adalah memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin menyerahkan sebagian atau seluruh hak warisnya secara sukarela untuk kepentingan sosial dan kemaslahatan umat," terang Ketua PA kepada RaBa. Tujuan lainnya adalah mendorong optimalisasi pengelolaan harta sosial keagamaan melalui Baznas. Kemudian meningkatkan kemanfaatan harta yang diserahkan untuk membantu fakir miskin, anak yatim, kaum dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan. Kerjasama ini juga bertujuan mewujudkan tata kelola penyerahan dan penyaluran harta yang transparan, tertib administrasi, dan akuntabel. "Kerjasama ini juga dalam rangka meningkatkan sinergi kelembagaan dalam pelayanan hukum dan pemberdayaan sosial keagamaan masyarakat Banyuwangi," kata Rizkiyah Hasanah. Kerjasama tersebut juga mencakup ruang lingkup meliputi sosialisasi, pemberian informasi dan edukasi hukum mengenai kewarisan, hibah, infak, sedekah, dan penyerahan harta berdasarkan prinsip syariah. "Terima kasih kepada Pengadilan Agama Banyuwangi yang telah memfasilisitasi kerjasama penyerahan harta waris melalui Baznas," kata Ketua Baznas Dwi Yanto. Dwi menegaskan, Baznas siap menyalurkan harta waris kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program-program sosial, kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan kegiatan keagamaan. Ada Program Banyuwangi Peduli, Banyuwangi Cerdas, Banyuwangi Sehat, Banyuwangi Makmur, dan Banyuwangi Takwa. "Kami akan bekerjasama dalam pertukaran informasi dan koordinasi kelembagaan sesuai kewenangan masing-masing, termasuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama," pungkasnya.(***)
03/11/2026 | Humas BAZNAS Banyuwangi

Artikel Terbaru

BANYAK HASIL SEMENJAK JADI SAUDAGAR Z-MART: POTRET KEMANDIRIAN EKONOMI DI BANYUWANGI
BANYAK HASIL SEMENJAK JADI SAUDAGAR Z-MART: POTRET KEMANDIRIAN EKONOMI DI BANYUWANGI
BANYUWANGI – Memasuki bulan Februari 2026, program pemberdayaan ekonomi Z-Mart hasil kolaborasi Direktorat Pendayagunaan BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Banyuwangi menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Program yang ditujukan untuk memperkuat UMKM sektor ritel ini telah berjalan sekitar enam bulan sejak pertama kali digulirkan. Pada kunjungan lapangan yang dilakukan oleh pendamping program, Subayil, pada Senin (3/2/2026), terlihat transformasi nyata di beberapa toko milik saudagar yang tersebar di Kelurahan Boyolangu, Kebalenan, dan Karangrejo. Transformasi Digital dan Perputaran Modal Pemanfaatan voucher modal melalui aplikasi Aksesmu yang telah aktif sejak akhir tahun 2025 menjadi faktor utama kelengkapan barang dagangan saat ini. Para saudagar kini dapat mengelola stok dengan lebih variatif dan dalam volume yang lebih besar dibandingkan sebelum menerima bantuan. Kisah Sukses dari Lapangan Ibu Holisah (46), pemilik toko sembako di Kelurahan Boyolangu, kini mampu menyediakan 15 tabung gas elpiji 3 kg dan beras lokal untuk para pelanggannya. "Beberapa item sebelumnya tidak kami jual karena modal terbatas. Semenjak ada bantuan Z-Mart, kami bisa kulakan barang yang lebih beragam," ungkapnya. Senada dengan Holisah, M. Fausi dari Kelurahan Kebalenan juga merasakan peningkatan penjualan yang signifikan. "Dulu banyak pelanggan pulang tanpa belanja karena barang tidak tersedia, sekarang stok kami lengkap dan pelanggan pun bertambah," jelas Fausi. Komitmen Pendampingan Melalui Divisi Ekonomi Perkotaan, BAZNAS memastikan program ini tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pendampingan berkelanjutan hingga proses administrasi seperti penyelesaian BAST (Berita Acara Serah Terima) usai dilakukan. Harapannya, para mustahik ini benar-benar mampu bertransformasi menjadi muzakki di masa depan melalui keberkahan usaha Z-Mart.
04/02/2026 | Humas BAZNAS