Berita Terkini
CETAK OMZET SEKALIGUS DIDIK KARAKTER ANAK
BANYUWANGI – Berjualan bukan hanya tentang mencari keuntungan materi, melainkan juga wadah untuk terus mengabdi dan membagikan ilmu. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Saudagar Zmart Ibu Ningsih, seorang Saudagar Zmart yang beralamat di Lingkungan Pakis, Kelurahan Pakis, Kabupaten Banyuwangi.
Melalui pendampingan personal yang rutin dilakukan oleh pendamping program Zmart, Ibu Ningsih membagikan kisah suksesnya setelah berjalan selama setengah tahun menjadi bagian dari program bantuan modal hasil kolaborasi BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Banyuwangi.
Dalam sesi pendampingan terbaru, Ibu Ningsih mengungkapkan rasa syukurnya atas perubahan signifikan pada warung miliknya. Jika dahulu fasilitas toko masih sangat terbatas, kini tampilan usahanya jauh lebih rapi dan modern, dimana tokonya kini telah dilengkapi dengan rak-rak jualan baru yang tertata rapi serta 1 unit showcase (kulkas pendingin) untuk aneka minuman.
Berikutnya Jenis dan jumlah barang dagangan yang dijual kini jauh lebih bervariasi dibandingkan sebelumnya. Selain itu yang membuat Pendamping zmart sangat sumringah ketika bersilaturahmi kesana yaitu berkat perkembangan usaha ini, Ibu Ningsih mampu membeli satu unit sepeda motor listrik. Armada baru ini sangat membantu dan mempermudah akselerasi beliau saat kulakan stok barang toko yang mana sebelumnya selalu mengandalkan tukang ojek untuk membawa barang.
Uniknya, pembeli yang meramaikan toko Ibu Ningsih tidak hanya didominasi oleh kaum ibu dan bapak, melainkan mayoritas adalah anak-anak.
Melihat peluang ini, Ibu Ningsih bersama sang suami yang memiliki latar belakang sebagai mantan guru memanfaatkan perannya tidak sekadar sebagai pedagang, tetapi juga pendidik. Setiap ada anak-anak yang berbelanja, beliau secara telaten mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai kebaikan serta adab dasar, seperti:
Membiasakan anak-anak mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam toko/rumah. Mengedukasi anak-anak untuk selalu bertutur kata yang baik dan menjaga etika. Mengingatkan untuk melepas alas kaki saat memasuki ruangan dan Mengajarkan hal sederhana namun krusial, seperti selalu mendahulukan tangan kanan saat bertransaksi atau menyerahkan sesuatu.
Metode "berjualan sambil mendidik" ini membuahkan hasil luar biasa. Anak-anak di lingkungan Pakis kini dikenal ramah, santun, dan terbiasa berinteraksi tanpa kata-kata kotor.
Perubahan perilaku ini mendatangkan apresiasi hangat dari para tetangga dan orang tua sekitar. Banyak warga yang menyampaikan rasa terima kasih kepada Saudagar Zmart Ibu Ningsih karena telah membantu mendidik tata krama dan karakter anak-anak mereka.
"Bagi kami, berjualan adalah alat dan sarana untuk tetap mengajarkan ilmu serta mengamalkannya kepada sesama," tutur Ibu Ningsih.
Disela-sela pendampingan, pendamping menyampaikan beberapa materi seperti management penataan barang, mengelola uang masuk dan uang keluar dan untuk hospitality sepertinya pendamping zmart harus banyak belajar dari beliau.
21/07/2026 | Humas BAZNAS
UPZ GENTENG BANTU JANDA LANSIA
GENTENG-Julaihak, janda lansia mendapatkan perhatian dari Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Warga Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng itu mendapatkan bantuan sejumlah uang untuk kebutuhan membeli popok dewasa alias pampers.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ketua UPZ Kecamatan Genteng H Tommy Anwar bersama Ketua MUI Kecamatan Genteng H Ahmad Hidayat di rumah Julaihak pada Kamis (16/7/2026). Tak ketinggalan, Rifa, perwakilan Bank Jatim Syariah Unit Genteng, juga turut mendampingi.
Ketua UPZ Kecamatan Genteng H Tommy Anwar mengatakan bahwa Julaihak adalah janda lansia yang kondisinya sudah tidak bisa apa-apa. Sehari-hari, Julaihak hanya bisa tiduran di kasur. "Selama ini, Ibu Julaihak tinggal bersama cucunya di Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon," katanya usai mengunjungi rumah Julaihak.
Kondisi ekonomi Julaihak dan keluarganya juga sangat memprihatinkan, sehingga sangat membutuhkan uluran bantuan. Apalagi, cucunya yang sehari-hari menemani hidup Julaihak di rumahnya, selama ini hanya bekerja serabutan. "Penghasilan cucunya juga tidak menentu, karena kerjanya serabutan," tutur Tommy.(*)
16/07/2026 | Humas BAZNAS
BANTU LUNASI BIAYA PERAWATAN RUMAH SAKIT, BAZNAS KUNJUNGI RUMAH DUKA PEMUDA OBESITAS
BANYUWANGI-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi membantu pelunasan biaya perawatan pemuda obesitas Ade Dwi Saputra yang sempat menjalani rawat inap di RSUD Blambangan selama tiga hari. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua Bidang Distribusi Baznas Kabupaten Banyuwangi Nanang Khairurrozik kepada ibu almarhum Ade di rumah duka Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi pada Rabu siang (15/7).
Disaksikan oleh Ketua Baznas Dwi Yanto, Ketua Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Banyuwangi Lennyina, Camat Banyuwangi Andik Basuki, dan Lurah Lateng Yanuar Dika Prana Cendana, bantuan pelunasan langsung diterima oleh ibu almarhum Ade di ruang tamu. Tak hanya itu, ibu almarhum Ade juga menerima tiga tas berisi bantuan sembako dari Baznas, Camat Banyuwangi, dan Lurah Lateng.
Sebelum wafat, Ade sempat menjalani rawat inap selama tiga hari di RSUD Blambangan, karena menderita sakit. Pada Sabtu (11/7) lalu, pemuda berbobot 2 kwintal itu terpaksa dievakuasi dari rumahnya di sebuah gang di Jalan Bangka, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi dengan bantuan petugas Pemadam Kebakaran untuk dilarikan ke RSUD Blambangan. Sayangnya, setelah menjalani perawatan selama tiga hari, pemuda berusia 34 tahun 8 bulan itu menghembuskan nafas terakhirnya di ruang rawat inap Agung Wilis III Lavender RSUD Blambangan pada Senin (13/7).
Kepada ibu almarhum Ade, Wakil Ketua Bidang Distribusi Nanang Khairurrozik mengucapkan belasungkawa yang mendalam saat melayat di rumah duka pada Rabu siang (15/7). "Hari ini, komisioner Baznas bersama Ketua UPZ Kecamatan Banyuwangi menyerahkan bantuan pelunasan biaya perawatan almarhum Ade selama di rumah sakit," katanya.
Ketua Baznas Dwi Yanto menambahkan, bantuan biaya pelunasan rumah sakit dari Baznas itu merupakan realisasi dari Program Banyuwangi Sehat. "Bantuan uang untuk melunasi biaya perawatan almarhum selama di rumah sakit itu juga bersumber dari zakat, infak, dan sedekahnya para muzakki di RSUD Blambangan," pungkasnya.(*)
16/07/2026 | Humas BAZNAS

