WhatsApp Icon

Berita Terkini

Baznas Bantu Perbaiki Rumah Kebakaran
Baznas Bantu Perbaiki Rumah Kebakaran
BANYUWANGI-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi memberikan bantuan biaya perbaikan rumah layak huni, yang rusak berat akibat kebakaran. Melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Wongsorejo, bantuan tersebut diserahkan kepada Saiyah, warga Dusun Kebunrejo, RT03 RW 01, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Berkat bantuan dari Baznas tersebut, kini bangunan rumah yang dihuni Saiyah telah berdiri kembali. Ketua UPZ Kecamatan Wongsorejo Buhasan mengatakan bahwa bantuan biaya perbaikan rumah yang diberikan kepada Saiyah merupakan Program Banyuwangi Peduli dari Baznas Kabupaten Banyuwangi. Sebelumnya rumah kecil itu sempat mengalami kerusakan parah akibat kebakaran. Berkat uluran tangan para muzakki melalui Baznas dan UPZ Kecamatan Wongsorejo, Saiyah kini bisa menempati rumah yang layak huni. "Mari, para muzakki di Kecamatan Wongsorejo untuk menyalurkan zakat, infaq, dan sedekahnya melalui UPZ Kecamatan Wongsorejo, sehingga bisa dimanfaatkan untuk membantu warga Wongsorejo, yang membutuhkan uluran tangan kita," pesannya kemarin. Saiyah mengucapkan terima kasih kepada Baznas dan UPZ Kecamatan Wongsorejo. Wanita lanjut usia itu mengaku sangat bahagia, karena kini bisa tinggal di rumah yang layak huni. Sebelumnya rumahnya sangat sempit dan bangunannya sederhana. Celakanya, rumah kecilnya itu justru mengalami kebakatan hebat, sehingga rusak parah. "Alhamdulillah, rumah saya kini sudah diperbaiki lagi dan lebih besar dari bangunan sebelumnya. Terima kasih Baznas dan UPZ Wongsorejo," ucap Saiyah, pada Minggu (30/8/2026). (*)
31/08/2026 | Humas BAZNAS
Galang Donasi Gempa NTT Saat Karnaval
Galang Donasi Gempa NTT Saat Karnaval
BANYUWANGI-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi menggalang donasi bantuan bagi korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada tiga rekening bank atas nama Baznas yang bisa menerima donasi, yakni Bank Jatim, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank Tabungan Negara (BTN) . Wakil Ketua Bidang Pengumpulan Baznas Kabupaten Banyuwangi Elly Irwan Suryanto mengatakan, donasi bisa ditransfer melalui rekening Bank Jatim 0021025666 atas nama infaq Baznas Kabupaten Banyuwangi. Selain itu, rekening BSI 4000778887 BSI dan BTN 0022401300003948 atas nama Baznas Kabupaten Banyuwangi. "Jika mau konfirmasi dan membutuhkan keterangan lebih lanjut, bisa menghubungi admin Baznas di nomor kontak 08113025789," sebutnya. Irwan mengajak masyarakat berpartisipasi memberikan bantuan kepada korban gempa NTT. Perusahaan swasta, perguruan tinggi, sekolah, ormas, komunitas, lembaga pemerintahan, perbankan, dan stakeholder lainnya, bisa berpartisipasi dalam gerakan peduli gempa NTT ini. "Mari kita berkontribusi dalam gerakan sosial ini, untuk meringankan beban penderitaan saudara kita yang terdampak gempa NTT," serunya. Sementara itu, Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Genteng bergerak melakukan aksi penggalangan donasi gempa NTT serta zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) melalui karnaval tingkat sekolah dasar Kecamatan Genteng pada Rabu (26/8). "Kami melibatkan relawan dari kalangan pelajar untuk membantu penggalangan donasi gempa NTT maupun ZIS," kata Tommy Anwar, Ketua UPZ Kecamatan Genteng. Menurut Tommy, relawan yang dikerahkan berasal dari siswa SMA NU Genteng dan MTsN 8 Genteng. Bahkan relawan desa juga ikut turun ke jalan. Selain menggalang donasi bencana dan ZIS, kegiatan sosial dengan fasilitas mobil operasional Kantor Kecamatan Genteng itu juga bertujuan edukasi bagi pelajar. "Pada Kamis (27/8), kami turun ke jalan untuk menggalang donasi saat karnaval tingkat SMP," katanya.(*)
27/08/2026 | Humas BAZNAS
Bantu Mutasi Sekolah 2 Siswa dari Demak
Bantu Mutasi Sekolah 2 Siswa dari Demak
BANYUWANGI-Zahida Ihya Musyaffa, umur 11 tahun, siswa kelas V SDN 8 Wonosobo, Kecamatan Srono dan adiknya Ahmad Muwwafiqul Musthofa, umur 9 tahun, kelas IV di sekolah yang sama, kini bisa belajar dengan tenang. Pasalnya, nama keduanya sudah tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai siswa SDN 8 Wonosobo. Sebelumnya nama keduanya belum tercatat di Dapodik Kabupaten Banyuwangi karena masih belum dilakukan mutasi dari sekolah asal di Demak, Jawa Tengah. Zahida dan Ahmad sempat bersekolah sambil mondok di MI Al Mubarok Al Arbain Desa Tlogorejo, Kecamatan Wonosalam, Demak. Namun karena suatu hal memaksa keduanya pindah ke Banyuwangi ikut kedua orang tuanya, Sugiran dan Wulan Ari Astiandani. Nah, karena masih memiliki tunggakan di sekolah lama, maka berkas data-data akademisnya tertahan di Demak. Padahal, data tersebut dibutuhkan sebagai persyaratan mutasi sekaligus dicatatkan di Dapodik di sekolah baru. Walhasil, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi turun tangan membantu pembiayaan mutasi dua siswa tidak mampu itu dari Demak ke Banyuwangi. Butuh proses panjang untuk mengurus mutasi kedua siswa SD itu, karena Sugiran, ayahnya harus datang ke madrasah di Demak untuk mengambil berkas-berkasnya. Perjalanan Sugiran itu dibantu biayanya oleh Baznas. Begitu juga pelunasan tunggakan kedua anaknya di MI tersebut. Akhirnya pada Senin (3/8), berkas-berkas mutasi dari sekolah lama diserahkan kepada Kepala SDN 8 Wonosobo. Penyerahan itu dilakukan oleh Sugiran didampingi Kepala Baznas Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto. Camat Srono Ahmad Subhan turut menyaksikan bersama Ketua KUA Srono dan Ketua Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Srono Badrul. "Terima kasih kepada Baznas Kabupaten Banyuwangi yang telah membantu proses mutasi sekolah kedua anak saya dari Demak ke Srono, Banyuwangi," ucap Sugiran. Ketua Baznas Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto mengatakan bahwa bantuan pendidikan dari Baznas ini masuk dalam program Banyuwangi Cerdas. Dengan bantuan pembiayaan pengurusan mutasi sekolah ini diharapkan tidak ada anak putus sekolah akibat belum bisa masuk Dapodik. "Prinsipnya, Baznas akan selalu siap memberikan bantuan selama memenuhi persyaratan delapan asnaf dan benar-benar tidak mampu," pungkasnya.(*)
12/08/2026 | Humas BAZNAS

Artikel Terbaru

BANYAK HASIL SEMENJAK JADI SAUDAGAR Z-MART: POTRET KEMANDIRIAN EKONOMI DI BANYUWANGI
BANYAK HASIL SEMENJAK JADI SAUDAGAR Z-MART: POTRET KEMANDIRIAN EKONOMI DI BANYUWANGI
BANYUWANGI – Memasuki bulan Februari 2026, program pemberdayaan ekonomi Z-Mart hasil kolaborasi Direktorat Pendayagunaan BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Banyuwangi menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Program yang ditujukan untuk memperkuat UMKM sektor ritel ini telah berjalan sekitar enam bulan sejak pertama kali digulirkan. Pada kunjungan lapangan yang dilakukan oleh pendamping program, Subayil, pada Senin (3/2/2026), terlihat transformasi nyata di beberapa toko milik saudagar yang tersebar di Kelurahan Boyolangu, Kebalenan, dan Karangrejo. Transformasi Digital dan Perputaran Modal Pemanfaatan voucher modal melalui aplikasi Aksesmu yang telah aktif sejak akhir tahun 2025 menjadi faktor utama kelengkapan barang dagangan saat ini. Para saudagar kini dapat mengelola stok dengan lebih variatif dan dalam volume yang lebih besar dibandingkan sebelum menerima bantuan. Kisah Sukses dari Lapangan Ibu Holisah (46), pemilik toko sembako di Kelurahan Boyolangu, kini mampu menyediakan 15 tabung gas elpiji 3 kg dan beras lokal untuk para pelanggannya. "Beberapa item sebelumnya tidak kami jual karena modal terbatas. Semenjak ada bantuan Z-Mart, kami bisa kulakan barang yang lebih beragam," ungkapnya. Senada dengan Holisah, M. Fausi dari Kelurahan Kebalenan juga merasakan peningkatan penjualan yang signifikan. "Dulu banyak pelanggan pulang tanpa belanja karena barang tidak tersedia, sekarang stok kami lengkap dan pelanggan pun bertambah," jelas Fausi. Komitmen Pendampingan Melalui Divisi Ekonomi Perkotaan, BAZNAS memastikan program ini tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pendampingan berkelanjutan hingga proses administrasi seperti penyelesaian BAST (Berita Acara Serah Terima) usai dilakukan. Harapannya, para mustahik ini benar-benar mampu bertransformasi menjadi muzakki di masa depan melalui keberkahan usaha Z-Mart.
04/02/2026 | Humas BAZNAS