Berita Terkini
BAZNAS BANYUWANGI SALURKAN BANTUAN SEPEDA BARU UNTUK TIGA SISWA MI DI MUNCAR
BANYUWANGI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan. Berkolaborasi dengan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Muncar, BAZNAS Banyuwangi menyalurkan bantuan berupa tiga unit sepeda baru kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Huda 1 Dusun Tegalpare, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar.
Bantuan ini diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Bidang Distribusi BAZNAS Banyuwangi, Nanang Khairurrozik, bersama Ketua UPZ Kecamatan Muncar, Anang Ma’ruf Masyhuri, serta didampingi oleh Kepala KUA Kecamatan Muncar, H. Amin Maki, di halaman madrasah.
Suasana haru sekaligus bahagia mewarnai penyerahan bantuan tersebut. Tiga siswa penerima manfaat, yaitu Gozi, Andi, dan Zahra, tidak dapat menyembunyikan rasa gembiranya saat menerima dan langsung memeluk sepeda baru yang selama ini mereka impikan.
Ringankan Beban Jarak ke Sekolah
Ketua UPZ Muncar, Anang Ma’ruf Masyhuri, menjelaskan bahwa bantuan ini ditujukan khusus bagi siswa yang memiliki kendala jarak tempuh dari rumah ke sekolah.
"Bantuan sepeda bagi tiga siswa yang membutuhkan ini akan meringankan beban ketika harus menempuh jarak yang jauh ke sekolah. Sepeda baru ini akan menambah semangat bagi tiga siswa penerimanya ketika berangkat sekolah," ujar Anang.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Distribusi BAZNAS Banyuwangi, Nanang Khairurrozik, memberikan apresiasi yang tinggi kepada UPZ Kecamatan Muncar atas gerak cepatnya dalam mendeteksi siswa yang membutuhkan bantuan di wilayahnya.
"BAZNAS sangat peduli kepada pelajar yang membutuhkan bantuan sepeda untuk bersekolah. Ajukan kepada BAZNAS ketika ada anak usia sekolah yang membutuhkan sepeda baru," tegas Nanang.
Ajakan Menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah
Penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata bagaimana dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dikelola oleh BAZNAS dapat memberikan dampak langsung dan mengubah kehidupan mereka yang membutuhkan. Senyum bahagia dari para siswa tersebut tercipta berkat kepedulian dari para muzakki dan munfik.
Mari bersama-sama kita bentangkan lebih luas lagi jembatan kebaikan untuk anak-anak penerus bangsa. BAZNAS Banyuwangi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah terbaiknya secara resmi melalui BAZNAS. Setiap rupiah yang Anda tunaikan akan dikelola secara amanah untuk memotong rantai kemiskinan dan mendukung pendidikan anak-anak di Banyuwangi.
Bagi masyarakat yang mengetahui adanya anak usia sekolah dengan kondisi serupa di lingkungannya, dapat segera berkoordinasi dengan UPZ setempat atau langsung mengajukannya ke kantor BAZNAS Banyuwangi.
22/05/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS BANYUWANGI ANTARKAN LAGI RANTANG DHUAFA
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi kembali menjalankan program Rantang Dhuafa yang sempat vakum beberapa bulan. Program itu dilaunching ulang dengan menyerahkan rantang berisi makanan kepada Budi Margo Santoso, warga Dusun Sukorojo, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah pada Senin siang (4/5).
Rantang Dhuafa itu diserahkan oleh Wakil Ketua Bidang Distribusi Baznas Kabupaten Banyuwangi Nanang Khoirurrozik didampingi Ketua Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Glagah Mohammad Arifin dan Lurah Banjarsari Sabardianto SAP.
Pria lanjut usia (Lansia) berumur 73 tahun yang menerima manfaat dari program Rantang Dhuafa itu mengaku senang mendapatkan perhatian dari Baznas Kabupaten Banyuwangi.
Penderita disabilitas sejak lahir karena penyakit folio mendera kedua kakinya itu sangat terbantu dengan adanya kiriman makanan yang dimasakkan oleh tetangganya setiap hari.
"Terima kasih kepada Baznas Kabupaten Banyuwangi dan UPZ Kecamatan Glagah yang telah membantu makanan untuk saya setiap hari melalui Program Rantang Dhuafa ini," ucap Margo dengan penuh haru.
Wakil Ketua Bidang Distribusi Baznas Kabupaten Banyuwangi Nanang Khoirurrozik mengatakan bahwa Rantang Dhuafa adalah program yang sudah lama dijalankan oleh Baznas yang kini diaktifkan kembali. Sebab, banyak dhuafa lansia yang membutuhkan bantuan makanan karena hidup seorang diri. "Semoga bantuan Rantang Dhuafa ini bisa meringankan beban hidup para dhuafa lansia di Banyuwangi. Mari para muzakki bisa ambil bagian dalam program Rantang Dhuafa ini," kata Nanang.
Sementara itu, Ketua UPZ Kecamatan Glagah Mohammad Arifin menyatakan setuju Program Rantang Dhuafa dijalankan kembali, karena banyak dhuafa yang hidupnya bergantung kepada pemberian makanan dari tetangga atau saudaranya. Mereka adalah dhuafa yang hidupnya seorang diri, berusia lansia, dan kadang juga disabilitas.
"Program ini sangat membantu para dhuafa lansia yang hidup seorang diri di kampung-kampung dan desa-desa, seperti di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah ini," kata Arifin.
Apresiasi disampaikan oleh Lurah Banjarsari Sabardianto terhadap Program Rantang Dhuafa yang kembali dijalankan oleh Baznas tersebut. "Terima kasih Baznas dan UPZ Kecamatan Glagah, yang kembali menghidupkan Program Rantang Dhuafa, karena program ini menjadi wujud nyata kehadiran kita di tengah-tengah warga yang membutuhkan uluran tangan kita," kata pejabat asal Kecamatan Cluring itu.
04/05/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS BANYUWANGI BANTU PENJEMPUTAN JENAZAH DARI RSPAL DR RAMELAN SURABAYA
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi memberikan bantuan pelayanan penjemputan jenazah dari RSPAL dr Ramelan Surabaya.
Kali ini, mobil ambulans Madani yang merupakan sumbangan dari Permodalan Nasional Madani (PNM) kepada Baznas itu menjemput jenazah Indra Wulandari, 54 tahun, warga Lingkungan Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi.
Almarhumah sempat menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr Ramelan Surabaya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
Mobil ambulans yang dikemudikan Akhdan Maulana itu berangkat dari Banyuwangi menuju Surabaya pada Rabu siang (29/4).
Pada pukul 19.00 WIB, mobil ambulans baru tiba di RSPAL dr Ramelan Surabaya setelah sempat terjebak kemacetan panjang di Jalan Ahmad Yani Surabaya, karena dampak aksi demo besar-besaran sopir logistik se Jawa Timur di Kota Surabaya.
Setelah melalui perjalanan panjang sejauh 300 km lebih, akhirnya mobil ambulans tiba di rumah duka pada Kamis dini hari pukul 01.45 WIB.
Putra almarhumah Dio Mahendra yang turut mendampingi jenazah ibunya di mobil ambulans selama perjalanan dari Surabaya ke Banyuwangi mengaku sangat terbantu atas pelayanan bantuan penjemputan dari Baznas tersebut.
"Terima kasih kepada Baznas Kabupaten Banyuwangi, PNM, dan Bupati Banyuwangi, yang telah membantu penjemputan jenazah ibu saya dari Surabaya," ucap Dio.
Ketua Baznas Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto yang melayat di rumah duka bersama Wakil Ketua Bidang Distribusi Nanang Khoirurozik pada Kamis pagi (30/4) mengatakan bahwa Baznas berkomitmen untuk membantu warga yang membutuhkan pelayanan ambulans, baik mengantar atau menjemput di dalam kota maupun luar kota.
"Mari dimanfaatkan ambulans Madani yang merupakan sumbangan dari PNM ini, untuk meringankan beban bagi keluarga pasien yang membutuhkan alat transportasi darurat," katanya.(*)
01/05/2026 | Humas BAZNAS

