WhatsApp Icon
banner

Berita Terkini

Santuni 25 Yatim di Upacara Sumpah Pemuda
Santuni 25 Yatim di Upacara Sumpah Pemuda
BANYUWANGI-Sebanyak 25 anak yatim yang bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Banyuwangi menerima santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi. Santunan tersebut diserahkan secara langsung usai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman MIN 1 Banyuwangi pada Rabu pagi (28/10). Penyerahan santunan itu dilakukan secara bergantian oleh Wakil Ketua Bidang Pengumpulan Baznas Kabupaten Banyuwangi Elly Irwan Suryanto, Kepala MIN 1 Banyuwangi Haris Jamroni, Sekretaris Kecamatan Banyuwangi M Prima Kharisma Jabara, dan Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Banyuwangi Andi Mikoyanto. "Semoga santunan ini bisa bermanfaat dan menyenangkan hati 25 anak yatim yang menerimanya," kata Irwan. Kepala MIN 1 Banyuwangi Haris Jamroni mengaku berterima kasih atas perhatian Baznas dan UPZ Kecamatan Banyuwangi. "Santunan ini sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kepada 25 anak yatim yang menempuh pendidikan di MIN 1 Banyuwangi," ujarnya. Sebelum pembagian santunan itu, MIN 1 Banyuwangi menyelenggarakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman sekolah. Komisioner Baznas Elly Irwan Suryanto didaulat bertindak sebagai pembina upacara. Seluruh siswa dan guru tampak antusias mengikuti jalannya upacara. "Selesai upacara ditampilkan seni tari oleh siswa, dilanjutkan penampilan siswa di pentas dan lomba-lomba," pungkas Haris. (*)
29/10/2026 | Humas BAZNAS Banyuwangi
BAZNAS Banyuwangi Gandeng Kemenag, Serahkan Bantuan Program PEU
BAZNAS Banyuwangi Gandeng Kemenag, Serahkan Bantuan Program PEU
BANYUWANGI — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi bersinergi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi melalui Penyelenggara Zakat dan Wakaf dalam penyerahan bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) KUA Gambiran Tahun 2026 secara simbolis di Aula Kemenag Banyuwangi, pada Kamis (17/9/2026). Penyerahan bantuan itu adalah bagian dari pelaksanaan Program PEU secara serentak di berbagai daerah dan terhubung secara hybrid dengan kegiatan Impact & Collaboration Forum di Semarang. Di Banyuwangi, kegiatan dihadiri jajaran Kemenag Banyuwangi, BAZNAS Kabupaten Banyuwangi, KUA Gambiran, dan para penerima manfaat. Program PEU adalah salah satu bentuk sinergi dalam rangka mengoptimalkan dana zakat untuk pemberdayaan masyarakat. Bantuan tidak hanya diberikan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi diarahkan sebagai dukungan modal usaha agar penerima manfaat dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Kepala Kemenag Banyuwangi, Chaironi Hidayat memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara Kemenag dan BAZNAS Kabupaten Banyuwangi. Chaironi juga berterima kasih kepada BAZNAS Banyuwangi dan seluruh pihak yang telah mendukung program tersebut. "Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi penerima manfaat. Yang terpenting, bagaimana bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan,” tuturnya. Chaironi berharap, bantuan PEU dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjadi bagian dari proses penguatan ekonomi penerima manfaat. “Harapan kami, program ini tidak berhenti pada pemberian bantuan. Semoga bantuan yang diterima dapat menjadi jalan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kemandirian, dan menjadikan penerima manfaat semakin berdaya,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto mengatakan, BAZNAS berkomitmen untuk terus mengembangkan pendayagunaan zakat yang berorientasi pada pemberdayaan dan kemandirian mustahik. "Bantuan usaha diharapkan dapat memberikan multiplier effect, sehingga penerima manfaat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi secara bertahap dapat meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan usahanya," imbuhnya. Selain penyerahan bantuan Program PEU, pada kesempatan yang sama Kemenag Banyuwangi bersama BAZNAS Kabupaten Banyuwangi juga menyerahkan bantuan kursi roda kepada seorang siswi Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah di Pakis Duren, Kecamatan Banyuwangi. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan pendayagunaan dana zakat untuk mendukung kebutuhan penyandang disabilitas, khususnya dalam menunjang aktivitas pendidikan. Dengan adanya bantuan kursi roda, penerima manfaat diharapkan memperoleh kemudahan dalam mobilitas serta dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di madrasah dengan lebih nyaman dan mandiri. Melalui sinergi tersebut, BAZNAS Kabupaten Banyuwangi bersama Kemenag Banyuwangi terus mendorong agar zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Zakat tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dikembangkan menjadi instrumen pemberdayaan yang membuka peluang kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan mustahik. Penyerahan bantuan secara simbolis di Banyuwangi berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan penyerahan bantuan Program PEU di sejumlah daerah di Indonesia sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui kolaborasi lintas lembaga.(*)
17/09/2026 | Humas BAZNAS Banyuwangi
BAZNAS Banyuwangi Siap Luncurkan  Z-Mart Wangi, Berdayakan Ekonomi Mustahik
BAZNAS Banyuwangi Siap Luncurkan Z-Mart Wangi, Berdayakan Ekonomi Mustahik
BANYUWANGI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat. Salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah Z-Mart Wangi, yang direncanakan akan diluncurkan pada Oktober 2026. Menjelang peluncuran tersebut, BAZNAS Kabupaten Banyuwangi saat ini mulai melakukan tahapan penjaringan dan verifikasi calon penerima manfaat. Proses ini dilakukan bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan se-Kabupaten Banyuwangi. Z-Mart Wangi merupakan program pemberdayaan ekonomi yang ditujukan bagi mustahik dengan tujuan membantu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan ekonomi masyarakat kurang mampu. Dalam pelaksanaannya, setiap kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mendapatkan alokasi dua titik Z-Mart Wangi. Saat ini, Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan diminta mengusulkan dua orang calon mustahik sebagai calon penerima manfaat. Calon yang diusulkan harus memenuhi kriteria dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Ketua BAZNAS Nomor KP.BAZNAS/BWI/070/IX/2026 tentang Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Bantuan Program Pendayagunaan Zakat BAZNAS Kabupaten Banyuwangi. Tidak hanya mengusulkan, UPZ Kecamatan juga memiliki peran untuk melakukan verifikasi awal dan memastikan calon penerima manfaat yang diajukan benar-benar memenuhi persyaratan. Data serta dokumen pendukung calon mustahik kemudian dilengkapi sesuai ketentuan untuk selanjutnya disampaikan kepada BAZNAS Kabupaten Banyuwangi. Data yang masuk nantinya akan melalui proses verifikasi dan seleksi oleh BAZNAS Kabupaten Banyuwangi sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program Z-Mart Wangi. Menurut Ketua BAZNAS Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto, program ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara langsung. Tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan mustahik agar memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. "Dengan adanya Z-Mart Wangi, dana zakat yang dihimpun BAZNAS diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat penerima, sekaligus mendorong penguatan ekonomi mustahik di berbagai wilayah Kabupaten Banyuwangi," katanya Peluncuran Z-Mart Wangi direncanakan akan dilakukan pada bulan Oktober 2026. "Setelah seluruh tahapan penjaringan, verifikasi, dan seleksi calon penerima manfaat diselesaikan," pungkasnya.(*)
17/09/2026 | Humas BAZNAS Banyuwangi

Artikel Terbaru

BANYAK HASIL SEMENJAK JADI SAUDAGAR Z-MART: POTRET KEMANDIRIAN EKONOMI DI BANYUWANGI
BANYAK HASIL SEMENJAK JADI SAUDAGAR Z-MART: POTRET KEMANDIRIAN EKONOMI DI BANYUWANGI
BANYUWANGI – Memasuki bulan Februari 2026, program pemberdayaan ekonomi Z-Mart hasil kolaborasi Direktorat Pendayagunaan BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Banyuwangi menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Program yang ditujukan untuk memperkuat UMKM sektor ritel ini telah berjalan sekitar enam bulan sejak pertama kali digulirkan. Pada kunjungan lapangan yang dilakukan oleh pendamping program, Subayil, pada Senin (3/2/2026), terlihat transformasi nyata di beberapa toko milik saudagar yang tersebar di Kelurahan Boyolangu, Kebalenan, dan Karangrejo. Transformasi Digital dan Perputaran Modal Pemanfaatan voucher modal melalui aplikasi Aksesmu yang telah aktif sejak akhir tahun 2025 menjadi faktor utama kelengkapan barang dagangan saat ini. Para saudagar kini dapat mengelola stok dengan lebih variatif dan dalam volume yang lebih besar dibandingkan sebelum menerima bantuan. Kisah Sukses dari Lapangan Ibu Holisah (46), pemilik toko sembako di Kelurahan Boyolangu, kini mampu menyediakan 15 tabung gas elpiji 3 kg dan beras lokal untuk para pelanggannya. "Beberapa item sebelumnya tidak kami jual karena modal terbatas. Semenjak ada bantuan Z-Mart, kami bisa kulakan barang yang lebih beragam," ungkapnya. Senada dengan Holisah, M. Fausi dari Kelurahan Kebalenan juga merasakan peningkatan penjualan yang signifikan. "Dulu banyak pelanggan pulang tanpa belanja karena barang tidak tersedia, sekarang stok kami lengkap dan pelanggan pun bertambah," jelas Fausi. Komitmen Pendampingan Melalui Divisi Ekonomi Perkotaan, BAZNAS memastikan program ini tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pendampingan berkelanjutan hingga proses administrasi seperti penyelesaian BAST (Berita Acara Serah Terima) usai dilakukan. Harapannya, para mustahik ini benar-benar mampu bertransformasi menjadi muzakki di masa depan melalui keberkahan usaha Z-Mart.
04/02/2026 | Humas BAZNAS