Berita Terkini
BAZNAS RI PERCEPAT PEMBANGUNAN MCK DARURAT BAGI KORBAN BANJIR DI PIDIE JAYA
PIDIE JAYA – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terdampak bencana, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membangun fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) darurat di Desa Manyang Cut, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Langkah ini diambil untuk mengatasi krisis sanitasi pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menegaskan bahwa dalam kondisi darurat, ketersediaan sanitasi yang layak adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
“Penyediaan MCK darurat menjadi salah satu prioritas utama kami di Pidie Jaya. Fasilitas ini sangat krusial untuk menjaga standar kesehatan dan kebersihan warga di titik-titik pengungsian,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (3/1/2026).
Pembangunan Terus Dikebut Saat ini, pembangunan fasilitas tersebut sedang berlangsung dan terus dipercepat oleh tim di lapangan. BAZNAS berkomitmen agar fasilitas sanitasi ini bisa segera diakses oleh warga untuk mencegah munculnya wabah penyakit pascabencana.
Selain fokus pada sanitasi, Saidah menambahkan bahwa penanganan bencana oleh BAZNAS dilakukan secara komprehensif. "Kami tidak bekerja secara parsial. Bersamaan dengan pembangunan MCK, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) juga mendistribusikan makanan siap saji, menyediakan layanan medis, serta bantuan logistik lainnya," jelasnya.
Pendampingan Tim BTB Tim BTB dikerahkan secara khusus untuk melakukan pendampingan langsung kepada warga dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Hal ini dilakukan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan dinamika kebutuhan di lapangan yang terus berkembang.
“Kami akan terus memantau situasi di Pidie Jaya dan memastikan bahwa kehadiran BAZNAS dapat memberikan ketenangan serta solusi nyata bagi masyarakat yang sedang mengungsi,” tutup Saidah.
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program bantuan bencana ini, BAZNAS menyediakan kanal donasi melalui rekening resmi kemanusiaan atau melalui situs baznas.go.id.
03/01/2026 | Humas BAZNAS
RESPONS CEPAT BENCANA SUMATERA, BAZNAS DISTRIBUSIKAN 160.000 LITER AIR BERSIH
ACEH TAMIANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat langkah kemanusiaan di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi dengan mendistribusikan sedikitnya 160.000 liter air bersih bagi warga di Kabupaten Aceh Tamiang dan sekitarnya.
Penyaluran ini dilakukan oleh tim BAZNAS Tanggap Bencana guna mengantisipasi krisis air bersih yang sering terjadi pascabencana banjir dan tanah longsor. Bantuan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti konsumsi, memasak, dan kebersihan diri bagi warga di posko pengungsian maupun titik pemukiman.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, menyampaikan bahwa air bersih adalah prioritas utama dalam masa tanggap darurat.
“BAZNAS memprioritaskan distribusi air bersih karena ketersediaannya sangat menentukan kesehatan dan kelangsungan hidup masyarakat terdampak, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia,” ujar Saidah dalam keterangan resminya, Sabtu (3/1/2026).
Distribusi Meluas di Berbagai Titik Sumatera Selain Aceh Tamiang, armada tangki air BAZNAS juga menyisir wilayah terdampak lainnya di Sumatera, meliputi Kota Padang, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, hingga Kabupaten Tapanuli Selatan.
Langkah ini diambil untuk mencegah mewabahnya penyakit akibat penggunaan air yang tidak layak pascabencana. "Kami berkomitmen hadir secara cepat dan tepat. Tim di lapangan juga terus melakukan asesmen untuk bantuan lanjutan berupa layanan kesehatan dan logistik keluarga," tambah Saidah.
Sinergi dan Transparansi Dalam pelaksanaannya, BAZNAS bekerja sama dengan pemerintah daerah dan relawan lokal guna memastikan bantuan tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran. BAZNAS juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para muzaki yang telah menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekahnya.
“Sinergi ini adalah kunci. Kami pastikan seluruh bantuan dikelola secara transparan dan akuntabel demi mendampingi masyarakat hingga mereka benar-benar pulih,” tutup Saidah.
Bagi masyarakat yang ingin turut membantu, BAZNAS membuka pintu donasi melalui laman resmi baznas.go.id/sedekahbencana atau melalui rekening kemanusiaan BAZNAS.
03/01/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI TUNTASKAN PERBAIKAN 1.240 RUMAH LAYAK HUNI BAGI MUSTAHIK SEPANJANG 2025
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mencatatkan capaian gemilang dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui sektor hunian. Sepanjang tahun 2025, BAZNAS berhasil merampungkan perbaikan sebanyak 1.240 unit rumah milik mustahik melalui Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Program ini merupakan komitmen berkelanjutan BAZNAS dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu, terutama dalam menyediakan tempat tinggal yang aman, sehat, dan memenuhi standar kelayakan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara BAZNAS RI, BAZNAS daerah, serta dukungan teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Alhamdulillah, sepanjang 2025 kami telah menjangkau mustahik di 36 provinsi, mulai dari Provinsi Aceh hingga Papua. Fokus kami adalah memastikan bantuan ini tepat sasaran bagi keluarga yang tinggal di rumah dengan kondisi fisik yang membahayakan," ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Menjangkau Wilayah Terpencil dan Terdampak Bencana
Dalam pelaksanaannya, BAZNAS tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek geografis dan ketahanan bangunan terhadap cuaca ekstrem.
Salah satu potret keberhasilan program ini terlihat di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. BAZNAS berhasil mengubah hunian Bapak Muhyidin yang sebelumnya hanya berbahan papan kayu menjadi rumah tembok yang permanen dan kokoh.
Sementara itu, di wilayah Aceh, BAZNAS tetap berhasil menyelesaikan perbaikan 27 unit rumah meski sempat terkendala oleh bencana banjir bandang dan tanah longsor. "Meskipun akses sempat terputus, koordinasi yang kuat dengan pihak terkait memastikan proses pembangunan tetap berjalan hingga selesai," tambah Saidah.
Keberlanjutan Program di Tahun 2026
Menutup laporan tahun 2025, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program RLHB pada tahun 2026. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna memperluas jangkauan bantuan.
"Kami berharap rumah yang telah diperbaiki ini tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga memberikan ketenangan batin bagi para mustahik sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan produktif," pungkasnya.
Program RLHB ini didanai melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki yang mempercayakan amanahnya melalui BAZNAS sebagai lembaga utama menyejahterakan umat.
Kontak Media: Humas BAZNAS RI Email: [email protected] Website: www.baznas.go.id
03/01/2026 | Humas BAZNAS
