Berita Terkini
Galang Donasi Gempa NTT Saat Karnaval
BANYUWANGI-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi menggalang donasi bantuan bagi korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada tiga rekening bank atas nama Baznas yang bisa menerima donasi, yakni Bank Jatim, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank Tabungan Negara (BTN) .
Wakil Ketua Bidang Pengumpulan Baznas Kabupaten Banyuwangi Elly Irwan Suryanto mengatakan, donasi bisa ditransfer melalui rekening Bank Jatim 0021025666 atas nama infaq Baznas Kabupaten Banyuwangi. Selain itu, rekening BSI 4000778887 BSI dan BTN 0022401300003948 atas nama Baznas Kabupaten Banyuwangi. "Jika mau konfirmasi dan membutuhkan keterangan lebih lanjut, bisa menghubungi admin Baznas di nomor kontak 08113025789," sebutnya.
Irwan mengajak masyarakat berpartisipasi memberikan bantuan kepada korban gempa NTT. Perusahaan swasta, perguruan tinggi, sekolah, ormas, komunitas, lembaga pemerintahan, perbankan, dan stakeholder lainnya, bisa berpartisipasi dalam gerakan peduli gempa NTT ini. "Mari kita berkontribusi dalam gerakan sosial ini, untuk meringankan beban penderitaan saudara kita yang terdampak gempa NTT," serunya.
Sementara itu, Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Genteng bergerak melakukan aksi penggalangan donasi gempa NTT serta zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) melalui karnaval tingkat sekolah dasar Kecamatan Genteng pada Rabu (26/8). "Kami melibatkan relawan dari kalangan pelajar untuk membantu penggalangan donasi gempa NTT maupun ZIS," kata Tommy Anwar, Ketua UPZ Kecamatan Genteng.
Menurut Tommy, relawan yang dikerahkan berasal dari siswa SMA NU Genteng dan MTsN 8 Genteng. Bahkan relawan desa juga ikut turun ke jalan. Selain menggalang donasi bencana dan ZIS, kegiatan sosial dengan fasilitas mobil operasional Kantor Kecamatan Genteng itu juga bertujuan edukasi bagi pelajar. "Pada Kamis (27/8), kami turun ke jalan untuk menggalang donasi saat karnaval tingkat SMP," katanya.(*)
27/08/2026 | Humas BAZNAS
Bantu Mutasi Sekolah 2 Siswa dari Demak
BANYUWANGI-Zahida Ihya Musyaffa, umur 11 tahun, siswa kelas V SDN 8 Wonosobo, Kecamatan Srono dan adiknya Ahmad Muwwafiqul Musthofa, umur 9 tahun, kelas IV di sekolah yang sama, kini bisa belajar dengan tenang. Pasalnya, nama keduanya sudah tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai siswa SDN 8 Wonosobo.
Sebelumnya nama keduanya belum tercatat di Dapodik Kabupaten Banyuwangi karena masih belum dilakukan mutasi dari sekolah asal di Demak, Jawa Tengah. Zahida dan Ahmad sempat bersekolah sambil mondok di MI Al Mubarok Al Arbain Desa Tlogorejo, Kecamatan Wonosalam, Demak. Namun karena suatu hal memaksa keduanya pindah ke Banyuwangi ikut kedua orang tuanya, Sugiran dan Wulan Ari Astiandani.
Nah, karena masih memiliki tunggakan di sekolah lama, maka berkas data-data akademisnya tertahan di Demak. Padahal, data tersebut dibutuhkan sebagai persyaratan mutasi sekaligus dicatatkan di Dapodik di sekolah baru.
Walhasil, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi turun tangan membantu pembiayaan mutasi dua siswa tidak mampu itu dari Demak ke Banyuwangi. Butuh proses panjang untuk mengurus mutasi kedua siswa SD itu, karena Sugiran, ayahnya harus datang ke madrasah di Demak untuk mengambil berkas-berkasnya. Perjalanan Sugiran itu dibantu biayanya oleh Baznas. Begitu juga pelunasan tunggakan kedua anaknya di MI tersebut.
Akhirnya pada Senin (3/8), berkas-berkas mutasi dari sekolah lama diserahkan kepada Kepala SDN 8 Wonosobo. Penyerahan itu dilakukan oleh Sugiran didampingi Kepala Baznas Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto. Camat Srono Ahmad Subhan turut menyaksikan bersama Ketua KUA Srono dan Ketua Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Srono Badrul.
"Terima kasih kepada Baznas Kabupaten Banyuwangi yang telah membantu proses mutasi sekolah kedua anak saya dari Demak ke Srono, Banyuwangi," ucap Sugiran.
Ketua Baznas Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto mengatakan bahwa bantuan pendidikan dari Baznas ini masuk dalam program Banyuwangi Cerdas. Dengan bantuan pembiayaan pengurusan mutasi sekolah ini diharapkan tidak ada anak putus sekolah akibat belum bisa masuk Dapodik. "Prinsipnya, Baznas akan selalu siap memberikan bantuan selama memenuhi persyaratan delapan asnaf dan benar-benar tidak mampu," pungkasnya.(*)
12/08/2026 | Humas BAZNAS
Penandatanganan MoA BAZNAS Kabupaten Banyuwangi & UIMSYA
Sabtu, 08 Agustus 2026, bertepatan dengan momentum Wisuda UIMSYA, telah dilaksanakan Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara BAZNAS Kabupaten Banyuwangi dan Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung.
Kerja sama ini menjadi langkah bersama dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam berbagai bidang, sebagai ikhtiar menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat serta mendukung pengembangan pendidikan dan pemberdayaan umat.
Selamat dan sukses atas terselenggaranya Wisuda UIMSYA.
Semoga para wisudawan dan wisudawati dapat menjadi generasi yang berilmu, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan agama.
Terima kasih UIMSYA atas kepercayaan dan sinergi yang terjalin bersama BAZNAS Kabupaten Banyuwangi.
Semoga kerja sama ini menjadi awal dari berbagai kolaborasi kebaikan yang terus tumbuh dan memberikan kebermanfaatan bagi umat.
Bersinergi dalam kebaikan, bersama membangun kebermanfaatan.
08/08/2026 | Humas BAZNAS

