WhatsApp Icon
BAZNAS DISTRIBUSIKAN 2 TON BERAS ZAKAT FITRAH PNM BANYUWANGI

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi mendistribusikan 2.052 kg beras zakat fitrah dari Permodalan Nasional Madani (PNM) Banyuwangi.

Untuk pendistribusian 2 ton lebih beras dari PNM itu, Baznas menerjunkan seluruh jajarannya, mulai  ketua, komisioner, dan staf Baznas hingga pengurus Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) kecamatan.

Demi membagikan beras zakat fitrah kepada mustahik yang berhak menerimanya di sejumlah kecamatan, mereka rela bahu-membahu memanggul kantong beras.

Pada Senin siang (16/3), Pimpinan PNM Banyuwangi Sugiyati Nurul Handayani bersama karyawan PNM  diantarkan bertemu mustahik untuk membagikan beras zakat fitrah secara langsung kepada  janda lansia.

Ada sebelas janda lansia di sekitar Jalan Barong Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah yang menjadi sasaran.

Berikut ini nama sebelas janda lansia penerima zakat fitrah PNM  di Kelurahan Bakungan:

1. Saemah

2. Sampir

3. Nakeni

4. Tik Mad

5. Sari

6. Kurniyati

7. Misni

8. Temuk

9. Praptik

10. Sulastri

11. Atim Aria.

Pimpinan PNM dan karyawannya membagikan beras didampingi Ketua Baznas Dwi Yanto, Wakil Ketua Bidang Pengumpulan Elly Irwan Suryanto, Sekretaris Baznas Santi Dewi, Staf Distribusi Muhit, dan Staf Administrasi Selly Restinalia.

Arifin, pengurus UPZ Kecamatan Glagah, yang tinggal di Jalan Barong, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah,  ikut memandu rombongan PNM dan Baznas.

 Sugiyati Nurul Handayani, Pimpinan PNM Banyuwangi mengakui, beras zakat fitrah 2 ton, 52 kg itu dikumpulkan dari 684 karyawan dan sedekah dua orang.

"Alhamdulilah terkumpul beras 2 ton lebih, yang kami percayakan pendistribusiannya kepada Baznas,"  ujar Nurul ketika serahkan zakat fitrah ke kantor Baznas pada Kamis siang (13/3).

Dwi Yanto, ketua Baznas Kabupaten Banyuwangi mengaku  berterima kasih kepada Pimpinan PNM Banyuwangi, karena telah mengamanahkan pendistribusian zakat fitrahnya kepada Baznas.

 Sebelumnya, PNM  sering mempercayakan sedekahnya melalui Baznas.  Ada santunan anak yatim, bantuan operasional pengobatan, bantuan alat kesehatan, bantuan genset untuk musala, bahkan bantuan ambulans madani.

"Semoga kepercayaan PNM kepada Basnas ini juga diikuti oleh perusahaan BUMN dan BUMD di Kabupaten Banyuwangi, termasuk perusahaan swasta lainnya," pungkas Dwi. (*)

20/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
BUPATI BANYUWANGI RESMIKAN PROGRAM MASJID RAMAH PEMUDIK INISIASI BAZNAS DI 13 TITIK STRATEGIS

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ibu Ipuk Fiestiandani, Secara Resmi Meluncurkan Program "Masjid Ramah Pemudik" Hasil Kolaborasi Antara BAZNAS Kabupaten Banyuwangi, Pemerintah Kabupaten, Kementerian Agama, Dan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Acara Peluncuran Yang Berlangsung Khidmat Ini Menjadi Penanda Dimulainya Pelayanan Prima Bagi Para Musafir Yang Melintasi Bumi Blambangan Selama Masa Mudik Lebaran.

Dalam Sambutannya, Bupati Ipuk Mengapresiasi Inisiatif BAZNAS Yang Terus Berinovasi Dalam Memberikan Layanan Sosial. "Masjid Bukan Hanya Menjadi Tempat Ibadah Secara Ritual, Namun Dengan Program Ini, Masjid Menjadi Etalase Keramahtamahan Banyuwangi Bagi Para Pejuang Keluarga Yang Sedang Menuju Kampung Halaman," Ujar Beliau.

Apresiasi Dari Kementerian Agama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Turut Menyampaikan Kebanggaannya Atas Peluncuran Program Ini. Beliau Menekankan Bahwa Inisiatif Masjid Ramah Pemudik Merupakan Yang Pertama Kalinya Diselenggarakan Secara Terpadu Dengan Melibatkan Berbagai Pihak Secara Luas Di Banyuwangi. Beliau Juga Menegaskan Bahwa Program Ini Akan Mendapatkan Dukungan Penuh Dari BAZNAS Kabupaten Banyuwangi Karena Merupakan Program Kolaborasi Strategis Yang Diharapkan Menjadi Standar Baru Dalam Pelayanan Keagamaan Serta Sosial Di Masa Depan.

Layanan Strategis Di Jalur Mudik Program Masjid Ramah Pemudik Tahun Ini Menjangkau 13 Titik Lokasi Strategis Yang Tersebar Dari Jalur Barat Hingga Jalur Utara. BAZNAS Banyuwangi Menyiapkan Fasilitas Titik Singgah (Rest Area) Yang Nyaman, Area Parkir Luas, Serta Kapasitas Masjid Yang Memadai Untuk Menampung Pemudik Yang Ingin Beristirahat Sekaligus Menunaikan Ibadah.

Daftar Titik Lokasi Masjid:

  • Arah Barat: Masjid Nurul Huda (Kalibaru), Masjid Sabilal Muttaqin (Glenmore), Dan Masjid Baiturrohman (Genteng & Gambiran).

  • Jalur Tengah: Masjid Jami' Al Falah (Cluring), Masjid Arroyyan (Singojurruh), Masjid Besar Baitrur Rohim (Rogojampi), Serta Masjid Sahat Makkah Dan Masjid Nurul Ummah (Kabat).

  • Kota Dan Jalur Utara: Masjid Agung Baiturrahman (Banyuwangi Kota), Masjid Al Huda (Kalipuro), Serta Masjid Nurul Karim Dan Masjid Nurul Huda (Wongsorejo).

Sinergi Dan Kepedulian Ketua BAZNAS Kabupaten Banyuwangi Menambahkan Bahwa Program Ini Mengusung Semangat "Tebarkan Senyum Menyambut Kebahagiaan". Pihaknya Memastikan Bahwa Kesiapan Logistik Dan Petugas Di Setiap Masjid Sudah Terkoordinasi Dengan Baik Demi Keamanan Dan Kenyamanan Bersama.

Kegiatan Launching Program Masjid Ramah Pemudik Tersebut Ditutup Dengan Peninjauan Langsung Oleh Bupati Ipuk Fiestiandani Terhadap Kesiapan Fasilitas Rest Area Di Masjid Al-Huda Bulusan, Kecamatan Kalipuro.

Bagi Masyarakat Yang Ingin Turut Serta Berbagi Kebahagiaan Bagi Para Pemudik, BAZNAS Banyuwangi Membuka Kesempatan Donasi Melalui Rekening Resmi:

  • BSI: 4000-77-888-7

  • Bank Jatim: 0021-013-499

Diharapkan Dengan Adanya Program Ini, Para Pemudik Dapat Merasakan Kehadiran BAZNAS Dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Dalam Menjaga Kelancaran Serta Keselamatan Perjalanan Mudik Mereka.

19/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
BANTU LUNASI BIAYA RAWAT INAP, BAZNAS JEMPUT PASIEN DI RSUD BLAMBANGAN

Roimartin, 29 tahun, warga Jalan Ternate RT 003 RW 003 Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, akhirnya bisa tersenyum pada Sabtu siang (14/3). 

Pasalnya, selama dua hari anaknya Iliyana Dhelisa Martina, yang baru berumur 1 tahun 3 bulan, harus menjalani rawat inap di ruang perawatan  anak, Mas Alit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan. Bapak satu anak yang sehari -hari bekerja sebagai buruh lepas itu mengaku sempat bingung, karena tidak memiliki uang untuk melunasi biaya pengobatan anaknya di rumah sakit. 

Untungnya, situasi yang dialami oleh suami dari Nike Rosalinda, 23 tahun ini diketahui oleh pihak Kelurahan Lateng, sehingga dilaporkan kepada Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Banyuwangi. Tak butuh waktu lama, UPZ Kecamatan Banyuwangi menindaklanjuti permohonan bantuan biaya pengobatan itu dengan menghubungi Baznas Kabupaten Banyuwangi. 

Walhasil, Sabtu pagi (14/3) ambulans Madani yang merupakan hasil kolaborasi PNM dan Baznas langsung meluncur ke RSUD Blambangan. Ketua Baznas Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto bersama Wakil Ketua Bidang Distribusi Nanang Kairurozik, Sekretaris Santi Dewi, Staf Bidang Distribusi Muhit, dan perwakilan UPZ Kecamatan Banyuwangi turut mendampingi pemulangan Iliyana. 

Setelah biaya rawat inap sebesar Rp 3.057.431 dilunasi, pasien Iliyana dengan digendong ibunya Nike Rosalinda, bisa pulang diantar ambulans Madani. Nike pun bisa bernafas lega setelah tiba di rumahnya, apalagi Baznas juga memberikan satu tas berisi paket sembako untuk dimasak. 

"Terima kasih Bupati Banyuwangi, Baznas Kabupaten Banyuwangi, dan PNM yang telah membantu biaya pengobatan dan penjemputan anak saya dari rumah sakit," kata Roimartin. 

Ketua Baznas Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto menegaskan bahwa Baznas akan membantu dhuafa yang membutuhkan biaya pengobatan di rumah sakit lokal maupun luar kota. "Baznas juga siap melayani penjemputan atau mengantar pasien yang membutuhkan pelayanan ambulans yang merupakan bantuan dari PNM ini," katanya. (*) 

15/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
WUJUDKAN KEPEDULIAN KESEHATAN, BAZNAS BANYUWANGI FASILITASI PENGOBATAN WARGA KE MALANG DENGAN AMBULANCE MADANI

BANYUWANGI – Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi dalam melayani umat di bidang kesehatan kembali dibuktikan. Pada hari ini, BAZNAS memfasilitasi pemberangkatan Bapak Nur Hayyi, warga Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri, untuk menjalani perawatan medis di RSUD Dr. Saiful Anwar, Malang.

Pemberangkatan ini menggunakan Ambulance Madani BAZNAS, armada khusus yang merupakan hasil kolaborasi bantuan dari PT PNM (Permodalan Nasional Madani). Layanan ini diberikan secara gratis guna meringankan beban masyarakat yang membutuhkan transportasi medis jarak jauh.

Dukungan Pemerintah Daerah Layanan ini sejalan dengan visi Bupati Banyuwangi dalam memastikan setiap warga mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga amil zakat, dan sektor swasta (CSR) menjadi pilar penting dalam penanganan masalah sosial dan kesehatan di Banyuwangi.

Menebar Manfaat dari Dana Zakat Pihak BAZNAS Banyuwangi menyatakan bahwa operasional layanan ambulans ini sepenuhnya didukung oleh dana zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki.

"Kami berterima kasih kepada para muzakki dan PNM yang telah mempercayakan pengelolaan dana manfaat ini kepada kami. Semoga kehadiran Ambulance Madani ini menjadi wasilah kesembuhan bagi Bapak Nur Hayyi dan banyak warga lainnya," ungkap perwakilan BAZNAS.

Saat ini, armada tersebut tengah menempuh perjalanan menuju Malang. Keluarga besar BAZNAS Banyuwangi mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan Bapak Nur Hayyi agar dapat segera kembali berkumpul bersama keluarga dalam kondisi sehat walafiat.

14/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
PERKUAT PENGELOLAAN ZIS BERBASIS MASJID, BAZNAS DAN DMI BANYUWANGI JAJAKI KOLABORASI STRATEGIS

BANYUWANGI – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi melakukan langkah proaktif dalam meningkatkan optimalisasi dana umat. Dipimpin oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Banyuwangi, Drs. Dwi Yanto, MAP, jajaran pimpinan menghadiri Rapat Kerja Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Banyuwangi di Ruang Rapat Khusus DPRD Banyuwangi, Sabtu pagi (14/2/2026).

Turut hadir mendampingi Ketua BAZNAS, yakni Wakil Ketua I Bidang Pendistribusian Nanang Khairurozik, SHI, Wakil Ketua II Bidang Pengumpulan Elly Irwan Suryanto, SSos, dan Wakil Ketua IV Bidang Keadministrasian Muh Khozin, MH.

Modernisasi Manajemen Masjid

Dalam forum yang dihadiri pengurus DMI dari 25 kecamatan tersebut, Drs. Dwi Yanto mengajak DMI untuk bersinergi dalam pengumpulan dan pengelolaan dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS). Sebagai langkah konkret, BAZNAS berencana menyelenggarakan pelatihan manajemen masjid dalam waktu dekat.

"Harapannya, angka pengumpulan zakat di Kabupaten Banyuwangi bisa meningkat berkat dukungan masjid-masjid di bawah binaan DMI. Kemudian, pendistribusiannya bisa dilakukan oleh masjid untuk membantu warga sekitar yang membutuhkan," ujar Dwi Yanto.

Sambutan Hangat dari DMI

Ketua DMI Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Fathurahman, SAg, MPdI, menyambut antusias ajakan tersebut. Menurutnya, potensi masjid sebagai pusat pengumpulan ZIS sangat besar jika dikelola dengan sistem yang terintegrasi dengan BAZNAS.

"DMI siap menjadi bagian dari gerakan BAZNAS untuk menggalakkan pengumpulan dana ZIS melalui masjid-masjid. Manfaatnya akan kembali ke jemaah dan masyarakat di sekitar masjid tersebut," ungkap Fathurahman.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi babak baru bagi kemandirian umat, di mana masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat solusi ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

14/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS

Berita Terbaru

BAZNAS DISTRIBUSIKAN 2 TON BERAS ZAKAT FITRAH PNM BANYUWANGI
BAZNAS DISTRIBUSIKAN 2 TON BERAS ZAKAT FITRAH PNM BANYUWANGI
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi mendistribusikan 2.052 kg beras zakat fitrah dari Permodalan Nasional Madani (PNM) Banyuwangi. Untuk pendistribusian 2 ton lebih beras dari PNM itu, Baznas menerjunkan seluruh jajarannya, mulai ketua, komisioner, dan staf Baznas hingga pengurus Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) kecamatan. Demi membagikan beras zakat fitrah kepada mustahik yang berhak menerimanya di sejumlah kecamatan, mereka rela bahu-membahu memanggul kantong beras. Pada Senin siang (16/3), Pimpinan PNM Banyuwangi Sugiyati Nurul Handayani bersama karyawan PNM diantarkan bertemu mustahik untuk membagikan beras zakat fitrah secara langsung kepada janda lansia. Ada sebelas janda lansia di sekitar Jalan Barong Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah yang menjadi sasaran. Berikut ini nama sebelas janda lansia penerima zakat fitrah PNM di Kelurahan Bakungan: 1. Saemah 2. Sampir 3. Nakeni 4. Tik Mad 5. Sari 6. Kurniyati 7. Misni 8. Temuk 9. Praptik 10. Sulastri 11. Atim Aria. Pimpinan PNM dan karyawannya membagikan beras didampingi Ketua Baznas Dwi Yanto, Wakil Ketua Bidang Pengumpulan Elly Irwan Suryanto, Sekretaris Baznas Santi Dewi, Staf Distribusi Muhit, dan Staf Administrasi Selly Restinalia. Arifin, pengurus UPZ Kecamatan Glagah, yang tinggal di Jalan Barong, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, ikut memandu rombongan PNM dan Baznas. Sugiyati Nurul Handayani, Pimpinan PNM Banyuwangi mengakui, beras zakat fitrah 2 ton, 52 kg itu dikumpulkan dari 684 karyawan dan sedekah dua orang. "Alhamdulilah terkumpul beras 2 ton lebih, yang kami percayakan pendistribusiannya kepada Baznas," ujar Nurul ketika serahkan zakat fitrah ke kantor Baznas pada Kamis siang (13/3). Dwi Yanto, ketua Baznas Kabupaten Banyuwangi mengaku berterima kasih kepada Pimpinan PNM Banyuwangi, karena telah mengamanahkan pendistribusian zakat fitrahnya kepada Baznas. Sebelumnya, PNM sering mempercayakan sedekahnya melalui Baznas. Ada santunan anak yatim, bantuan operasional pengobatan, bantuan alat kesehatan, bantuan genset untuk musala, bahkan bantuan ambulans madani. "Semoga kepercayaan PNM kepada Basnas ini juga diikuti oleh perusahaan BUMN dan BUMD di Kabupaten Banyuwangi, termasuk perusahaan swasta lainnya," pungkas Dwi. (*)
BERITA20/03/2026 | Humas BAZNAS
BUPATI BANYUWANGI RESMIKAN PROGRAM MASJID RAMAH PEMUDIK INISIASI BAZNAS DI 13 TITIK STRATEGIS
BUPATI BANYUWANGI RESMIKAN PROGRAM MASJID RAMAH PEMUDIK INISIASI BAZNAS DI 13 TITIK STRATEGIS
BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ibu Ipuk Fiestiandani, Secara Resmi Meluncurkan Program "Masjid Ramah Pemudik" Hasil Kolaborasi Antara BAZNAS Kabupaten Banyuwangi, Pemerintah Kabupaten, Kementerian Agama, Dan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Acara Peluncuran Yang Berlangsung Khidmat Ini Menjadi Penanda Dimulainya Pelayanan Prima Bagi Para Musafir Yang Melintasi Bumi Blambangan Selama Masa Mudik Lebaran. Dalam Sambutannya, Bupati Ipuk Mengapresiasi Inisiatif BAZNAS Yang Terus Berinovasi Dalam Memberikan Layanan Sosial. "Masjid Bukan Hanya Menjadi Tempat Ibadah Secara Ritual, Namun Dengan Program Ini, Masjid Menjadi Etalase Keramahtamahan Banyuwangi Bagi Para Pejuang Keluarga Yang Sedang Menuju Kampung Halaman," Ujar Beliau. Apresiasi Dari Kementerian Agama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Turut Menyampaikan Kebanggaannya Atas Peluncuran Program Ini. Beliau Menekankan Bahwa Inisiatif Masjid Ramah Pemudik Merupakan Yang Pertama Kalinya Diselenggarakan Secara Terpadu Dengan Melibatkan Berbagai Pihak Secara Luas Di Banyuwangi. Beliau Juga Menegaskan Bahwa Program Ini Akan Mendapatkan Dukungan Penuh Dari BAZNAS Kabupaten Banyuwangi Karena Merupakan Program Kolaborasi Strategis Yang Diharapkan Menjadi Standar Baru Dalam Pelayanan Keagamaan Serta Sosial Di Masa Depan. Layanan Strategis Di Jalur Mudik Program Masjid Ramah Pemudik Tahun Ini Menjangkau 13 Titik Lokasi Strategis Yang Tersebar Dari Jalur Barat Hingga Jalur Utara. BAZNAS Banyuwangi Menyiapkan Fasilitas Titik Singgah (Rest Area) Yang Nyaman, Area Parkir Luas, Serta Kapasitas Masjid Yang Memadai Untuk Menampung Pemudik Yang Ingin Beristirahat Sekaligus Menunaikan Ibadah. Daftar Titik Lokasi Masjid: Arah Barat: Masjid Nurul Huda (Kalibaru), Masjid Sabilal Muttaqin (Glenmore), Dan Masjid Baiturrohman (Genteng & Gambiran). Jalur Tengah: Masjid Jami' Al Falah (Cluring), Masjid Arroyyan (Singojurruh), Masjid Besar Baitrur Rohim (Rogojampi), Serta Masjid Sahat Makkah Dan Masjid Nurul Ummah (Kabat). Kota Dan Jalur Utara: Masjid Agung Baiturrahman (Banyuwangi Kota), Masjid Al Huda (Kalipuro), Serta Masjid Nurul Karim Dan Masjid Nurul Huda (Wongsorejo). Sinergi Dan Kepedulian Ketua BAZNAS Kabupaten Banyuwangi Menambahkan Bahwa Program Ini Mengusung Semangat "Tebarkan Senyum Menyambut Kebahagiaan". Pihaknya Memastikan Bahwa Kesiapan Logistik Dan Petugas Di Setiap Masjid Sudah Terkoordinasi Dengan Baik Demi Keamanan Dan Kenyamanan Bersama. Kegiatan Launching Program Masjid Ramah Pemudik Tersebut Ditutup Dengan Peninjauan Langsung Oleh Bupati Ipuk Fiestiandani Terhadap Kesiapan Fasilitas Rest Area Di Masjid Al-Huda Bulusan, Kecamatan Kalipuro. Bagi Masyarakat Yang Ingin Turut Serta Berbagi Kebahagiaan Bagi Para Pemudik, BAZNAS Banyuwangi Membuka Kesempatan Donasi Melalui Rekening Resmi: BSI: 4000-77-888-7 Bank Jatim: 0021-013-499 Diharapkan Dengan Adanya Program Ini, Para Pemudik Dapat Merasakan Kehadiran BAZNAS Dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Dalam Menjaga Kelancaran Serta Keselamatan Perjalanan Mudik Mereka.
BERITA19/03/2026 | Humas BAZNAS
BANTU LUNASI BIAYA RAWAT INAP, BAZNAS JEMPUT PASIEN DI RSUD BLAMBANGAN
BANTU LUNASI BIAYA RAWAT INAP, BAZNAS JEMPUT PASIEN DI RSUD BLAMBANGAN
Roimartin, 29 tahun, warga Jalan Ternate RT 003 RW 003 Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, akhirnya bisa tersenyum pada Sabtu siang (14/3). Pasalnya, selama dua hari anaknya Iliyana Dhelisa Martina, yang baru berumur 1 tahun 3 bulan, harus menjalani rawat inap di ruang perawatan anak, Mas Alit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan. Bapak satu anak yang sehari -hari bekerja sebagai buruh lepas itu mengaku sempat bingung, karena tidak memiliki uang untuk melunasi biaya pengobatan anaknya di rumah sakit. Untungnya, situasi yang dialami oleh suami dari Nike Rosalinda, 23 tahun ini diketahui oleh pihak Kelurahan Lateng, sehingga dilaporkan kepada Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Banyuwangi. Tak butuh waktu lama, UPZ Kecamatan Banyuwangi menindaklanjuti permohonan bantuan biaya pengobatan itu dengan menghubungi Baznas Kabupaten Banyuwangi. Walhasil, Sabtu pagi (14/3) ambulans Madani yang merupakan hasil kolaborasi PNM dan Baznas langsung meluncur ke RSUD Blambangan. Ketua Baznas Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto bersama Wakil Ketua Bidang Distribusi Nanang Kairurozik, Sekretaris Santi Dewi, Staf Bidang Distribusi Muhit, dan perwakilan UPZ Kecamatan Banyuwangi turut mendampingi pemulangan Iliyana. Setelah biaya rawat inap sebesar Rp 3.057.431 dilunasi, pasien Iliyana dengan digendong ibunya Nike Rosalinda, bisa pulang diantar ambulans Madani. Nike pun bisa bernafas lega setelah tiba di rumahnya, apalagi Baznas juga memberikan satu tas berisi paket sembako untuk dimasak. "Terima kasih Bupati Banyuwangi, Baznas Kabupaten Banyuwangi, dan PNM yang telah membantu biaya pengobatan dan penjemputan anak saya dari rumah sakit," kata Roimartin. Ketua Baznas Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto menegaskan bahwa Baznas akan membantu dhuafa yang membutuhkan biaya pengobatan di rumah sakit lokal maupun luar kota. "Baznas juga siap melayani penjemputan atau mengantar pasien yang membutuhkan pelayanan ambulans yang merupakan bantuan dari PNM ini," katanya. (*)
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS
WUJUDKAN KEPEDULIAN KESEHATAN, BAZNAS BANYUWANGI FASILITASI PENGOBATAN WARGA KE MALANG DENGAN AMBULANCE MADANI
WUJUDKAN KEPEDULIAN KESEHATAN, BAZNAS BANYUWANGI FASILITASI PENGOBATAN WARGA KE MALANG DENGAN AMBULANCE MADANI
BANYUWANGI – Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi dalam melayani umat di bidang kesehatan kembali dibuktikan. Pada hari ini, BAZNAS memfasilitasi pemberangkatan Bapak Nur Hayyi, warga Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri, untuk menjalani perawatan medis di RSUD Dr. Saiful Anwar, Malang. Pemberangkatan ini menggunakan Ambulance Madani BAZNAS, armada khusus yang merupakan hasil kolaborasi bantuan dari PT PNM (Permodalan Nasional Madani). Layanan ini diberikan secara gratis guna meringankan beban masyarakat yang membutuhkan transportasi medis jarak jauh. Dukungan Pemerintah Daerah Layanan ini sejalan dengan visi Bupati Banyuwangi dalam memastikan setiap warga mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga amil zakat, dan sektor swasta (CSR) menjadi pilar penting dalam penanganan masalah sosial dan kesehatan di Banyuwangi. Menebar Manfaat dari Dana Zakat Pihak BAZNAS Banyuwangi menyatakan bahwa operasional layanan ambulans ini sepenuhnya didukung oleh dana zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki. "Kami berterima kasih kepada para muzakki dan PNM yang telah mempercayakan pengelolaan dana manfaat ini kepada kami. Semoga kehadiran Ambulance Madani ini menjadi wasilah kesembuhan bagi Bapak Nur Hayyi dan banyak warga lainnya," ungkap perwakilan BAZNAS. Saat ini, armada tersebut tengah menempuh perjalanan menuju Malang. Keluarga besar BAZNAS Banyuwangi mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan Bapak Nur Hayyi agar dapat segera kembali berkumpul bersama keluarga dalam kondisi sehat walafiat.
BERITA14/02/2026 | Humas BAZNAS
PERKUAT PENGELOLAAN ZIS BERBASIS MASJID, BAZNAS DAN DMI BANYUWANGI JAJAKI KOLABORASI STRATEGIS
PERKUAT PENGELOLAAN ZIS BERBASIS MASJID, BAZNAS DAN DMI BANYUWANGI JAJAKI KOLABORASI STRATEGIS
BANYUWANGI – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi melakukan langkah proaktif dalam meningkatkan optimalisasi dana umat. Dipimpin oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Banyuwangi, Drs. Dwi Yanto, MAP, jajaran pimpinan menghadiri Rapat Kerja Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Banyuwangi di Ruang Rapat Khusus DPRD Banyuwangi, Sabtu pagi (14/2/2026). Turut hadir mendampingi Ketua BAZNAS, yakni Wakil Ketua I Bidang Pendistribusian Nanang Khairurozik, SHI, Wakil Ketua II Bidang Pengumpulan Elly Irwan Suryanto, SSos, dan Wakil Ketua IV Bidang Keadministrasian Muh Khozin, MH. Modernisasi Manajemen Masjid Dalam forum yang dihadiri pengurus DMI dari 25 kecamatan tersebut, Drs. Dwi Yanto mengajak DMI untuk bersinergi dalam pengumpulan dan pengelolaan dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS). Sebagai langkah konkret, BAZNAS berencana menyelenggarakan pelatihan manajemen masjid dalam waktu dekat. "Harapannya, angka pengumpulan zakat di Kabupaten Banyuwangi bisa meningkat berkat dukungan masjid-masjid di bawah binaan DMI. Kemudian, pendistribusiannya bisa dilakukan oleh masjid untuk membantu warga sekitar yang membutuhkan," ujar Dwi Yanto. Sambutan Hangat dari DMI Ketua DMI Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Fathurahman, SAg, MPdI, menyambut antusias ajakan tersebut. Menurutnya, potensi masjid sebagai pusat pengumpulan ZIS sangat besar jika dikelola dengan sistem yang terintegrasi dengan BAZNAS. "DMI siap menjadi bagian dari gerakan BAZNAS untuk menggalakkan pengumpulan dana ZIS melalui masjid-masjid. Manfaatnya akan kembali ke jemaah dan masyarakat di sekitar masjid tersebut," ungkap Fathurahman. Kolaborasi ini diharapkan menjadi babak baru bagi kemandirian umat, di mana masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat solusi ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.
BERITA14/02/2026 | Humas BAZNAS
RESMI DILANTIK, PIMPINAN BAZNAS BANYUWANGI PERIODE 2026-2031 SIAP AKSELERASI PROGRAM KESEJAHTERAAN UMAT
RESMI DILANTIK, PIMPINAN BAZNAS BANYUWANGI PERIODE 2026-2031 SIAP AKSELERASI PROGRAM KESEJAHTERAAN UMAT
BANYUWANGI – Pucuk pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi resmi berganti. Bertempat di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, jajaran pimpinan BAZNAS periode 2026-2031 resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya pada Kamis (12/2/2026). Pelantikan ini menandai dimulainya masa pengabdian lima tahun ke depan dalam mengelola dana umat secara profesional, transparan, dan akuntabel. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta perwakilan organisasi masyarakat di Banyuwangi. Membawa Visi Baru Dalam sambutannya, perwakilan pimpinan yang baru dilantik menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kesuksesan program sebelumnya, seperti pemberdayaan ekonomi Z-Mart, sekaligus melakukan inovasi dalam penghimpunan dan pendayagunaan zakat secara digital. "Amanah ini adalah tanggung jawab besar. Fokus kami ke depan adalah memastikan zakat tidak hanya sekadar bantuan konsumtif, tetapi menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu mengubah mustahik menjadi muzakki," ujarnya. Sinergi dengan Pemerintah Daerah Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap pimpinan BAZNAS yang baru dapat terus bersinergi dalam program penanggulangan kemiskinan ekstrem dan peningkatan taraf hidup masyarakat melalui pendayagunaan zakat produktif. Dengan semangat kepemimpinan yang baru, BAZNAS Banyuwangi optimis dapat melampaui target penghimpunan dan memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan di seluruh pelosok Bumi Blambangan.
BERITA12/02/2026 | Humas BAZNAS
RINGANKAN BEBAN IBU SUNIAH, BAZNAS BANYUWANGI SALURKAN BANTUAN OPERASIONAL PENGOBATAN KE SURABAYA
RINGANKAN BEBAN IBU SUNIAH, BAZNAS BANYUWANGI SALURKAN BANTUAN OPERASIONAL PENGOBATAN KE SURABAYA
BANYUWANGI – BAZNAS Kabupaten Banyuwangi terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam aspek kesehatan. Kali ini, BAZNAS Banyuwangi bersinergi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Kalipuro menyalurkan bantuan biaya operasional pengobatan untuk Ibu Suniah (56), warga Kecamatan Kalipuro, Senin (19/01). Ibu Suniah yang lahir pada tahun 1970 ini diketahui sedang berjuang melawan penyakit perut busung yang dideritanya. Mengingat keterbatasan biaya dan kebutuhan pengobatan spesialis yang mengharuskannya dirujuk ke Surabaya, BAZNAS hadir untuk meringankan biaya transportasi dan operasional selama masa perawatan. "Bantuan ini merupakan bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki yang ditujukan untuk asnaf miskin yang sedang kesulitan dalam biaya kesehatan," ujar perwakilan BAZNAS Banyuwangi. Melalui bantuan ini, diharapkan Ibu Suniah dapat fokus pada proses pemulihan tanpa harus terbebani biaya keberangkatan dan operasional selama di Surabaya. Pihak keluarga pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian BAZNAS dan UPZ Kalipuro.
BERITA19/01/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI PERCEPAT PEMBANGUNAN MCK DARURAT BAGI KORBAN BANJIR DI PIDIE JAYA
BAZNAS RI PERCEPAT PEMBANGUNAN MCK DARURAT BAGI KORBAN BANJIR DI PIDIE JAYA
PIDIE JAYA – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terdampak bencana, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membangun fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) darurat di Desa Manyang Cut, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Langkah ini diambil untuk mengatasi krisis sanitasi pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menegaskan bahwa dalam kondisi darurat, ketersediaan sanitasi yang layak adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda. “Penyediaan MCK darurat menjadi salah satu prioritas utama kami di Pidie Jaya. Fasilitas ini sangat krusial untuk menjaga standar kesehatan dan kebersihan warga di titik-titik pengungsian,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (3/1/2026). Pembangunan Terus Dikebut Saat ini, pembangunan fasilitas tersebut sedang berlangsung dan terus dipercepat oleh tim di lapangan. BAZNAS berkomitmen agar fasilitas sanitasi ini bisa segera diakses oleh warga untuk mencegah munculnya wabah penyakit pascabencana. Selain fokus pada sanitasi, Saidah menambahkan bahwa penanganan bencana oleh BAZNAS dilakukan secara komprehensif. "Kami tidak bekerja secara parsial. Bersamaan dengan pembangunan MCK, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) juga mendistribusikan makanan siap saji, menyediakan layanan medis, serta bantuan logistik lainnya," jelasnya. Pendampingan Tim BTB Tim BTB dikerahkan secara khusus untuk melakukan pendampingan langsung kepada warga dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Hal ini dilakukan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan dinamika kebutuhan di lapangan yang terus berkembang. “Kami akan terus memantau situasi di Pidie Jaya dan memastikan bahwa kehadiran BAZNAS dapat memberikan ketenangan serta solusi nyata bagi masyarakat yang sedang mengungsi,” tutup Saidah. Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program bantuan bencana ini, BAZNAS menyediakan kanal donasi melalui rekening resmi kemanusiaan atau melalui situs baznas.go.id.
BERITA03/01/2026 | Humas BAZNAS
RESPONS CEPAT BENCANA SUMATERA, BAZNAS DISTRIBUSIKAN 160.000 LITER AIR BERSIH
RESPONS CEPAT BENCANA SUMATERA, BAZNAS DISTRIBUSIKAN 160.000 LITER AIR BERSIH
ACEH TAMIANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat langkah kemanusiaan di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi dengan mendistribusikan sedikitnya 160.000 liter air bersih bagi warga di Kabupaten Aceh Tamiang dan sekitarnya. Penyaluran ini dilakukan oleh tim BAZNAS Tanggap Bencana guna mengantisipasi krisis air bersih yang sering terjadi pascabencana banjir dan tanah longsor. Bantuan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti konsumsi, memasak, dan kebersihan diri bagi warga di posko pengungsian maupun titik pemukiman. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, menyampaikan bahwa air bersih adalah prioritas utama dalam masa tanggap darurat. “BAZNAS memprioritaskan distribusi air bersih karena ketersediaannya sangat menentukan kesehatan dan kelangsungan hidup masyarakat terdampak, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia,” ujar Saidah dalam keterangan resminya, Sabtu (3/1/2026). Distribusi Meluas di Berbagai Titik Sumatera Selain Aceh Tamiang, armada tangki air BAZNAS juga menyisir wilayah terdampak lainnya di Sumatera, meliputi Kota Padang, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, hingga Kabupaten Tapanuli Selatan. Langkah ini diambil untuk mencegah mewabahnya penyakit akibat penggunaan air yang tidak layak pascabencana. "Kami berkomitmen hadir secara cepat dan tepat. Tim di lapangan juga terus melakukan asesmen untuk bantuan lanjutan berupa layanan kesehatan dan logistik keluarga," tambah Saidah. Sinergi dan Transparansi Dalam pelaksanaannya, BAZNAS bekerja sama dengan pemerintah daerah dan relawan lokal guna memastikan bantuan tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran. BAZNAS juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para muzaki yang telah menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekahnya. “Sinergi ini adalah kunci. Kami pastikan seluruh bantuan dikelola secara transparan dan akuntabel demi mendampingi masyarakat hingga mereka benar-benar pulih,” tutup Saidah. Bagi masyarakat yang ingin turut membantu, BAZNAS membuka pintu donasi melalui laman resmi baznas.go.id/sedekahbencana atau melalui rekening kemanusiaan BAZNAS.
BERITA03/01/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI TUNTASKAN PERBAIKAN 1.240 RUMAH LAYAK HUNI BAGI MUSTAHIK SEPANJANG 2025
BAZNAS RI TUNTASKAN PERBAIKAN 1.240 RUMAH LAYAK HUNI BAGI MUSTAHIK SEPANJANG 2025
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mencatatkan capaian gemilang dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui sektor hunian. Sepanjang tahun 2025, BAZNAS berhasil merampungkan perbaikan sebanyak 1.240 unit rumah milik mustahik melalui Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Program ini merupakan komitmen berkelanjutan BAZNAS dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu, terutama dalam menyediakan tempat tinggal yang aman, sehat, dan memenuhi standar kelayakan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara BAZNAS RI, BAZNAS daerah, serta dukungan teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). "Alhamdulillah, sepanjang 2025 kami telah menjangkau mustahik di 36 provinsi, mulai dari Provinsi Aceh hingga Papua. Fokus kami adalah memastikan bantuan ini tepat sasaran bagi keluarga yang tinggal di rumah dengan kondisi fisik yang membahayakan," ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (2/1/2026). Menjangkau Wilayah Terpencil dan Terdampak Bencana Dalam pelaksanaannya, BAZNAS tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek geografis dan ketahanan bangunan terhadap cuaca ekstrem. Salah satu potret keberhasilan program ini terlihat di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. BAZNAS berhasil mengubah hunian Bapak Muhyidin yang sebelumnya hanya berbahan papan kayu menjadi rumah tembok yang permanen dan kokoh. Sementara itu, di wilayah Aceh, BAZNAS tetap berhasil menyelesaikan perbaikan 27 unit rumah meski sempat terkendala oleh bencana banjir bandang dan tanah longsor. "Meskipun akses sempat terputus, koordinasi yang kuat dengan pihak terkait memastikan proses pembangunan tetap berjalan hingga selesai," tambah Saidah. Keberlanjutan Program di Tahun 2026 Menutup laporan tahun 2025, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program RLHB pada tahun 2026. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna memperluas jangkauan bantuan. "Kami berharap rumah yang telah diperbaiki ini tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga memberikan ketenangan batin bagi para mustahik sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan produktif," pungkasnya. Program RLHB ini didanai melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki yang mempercayakan amanahnya melalui BAZNAS sebagai lembaga utama menyejahterakan umat. Kontak Media: Humas BAZNAS RI Email: [email protected] Website: www.baznas.go.id
BERITA03/01/2026 | Humas BAZNAS
SINERGI KEMANUSIAAN: UI CORDOBA DAN YAYASAN MABADIUL IHSAN SALURKAN BANTUAN BANJIR SUMATERA MELALUI BAZNAS BANYUWANGI
SINERGI KEMANUSIAAN: UI CORDOBA DAN YAYASAN MABADIUL IHSAN SALURKAN BANTUAN BANJIR SUMATERA MELALUI BAZNAS BANYUWANGI
BANYUWANGI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi kembali menerima amanah donasi kemanusiaan dari masyarakat. Kali ini, kepedulian datang dari civitas akademika Universitas Islam (UI) Cordoba bersama Yayasan Mabadiul Ihsan untuk saudara-saudara kita yang terdampak musibah banjir di wilayah Sumatera. Total donasi yang diserahkan sebesar Rp 11.830.000 (Sebelas Juta Delapan Ratus Tiga Puluh Ribu Rupiah). Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis di Kantor BAZNAS Kabupaten Banyuwangi. Hadir dalam penyerahan tersebut, Gus Sukron Ma'mum Hidayat, selaku Ketua Yayasan Mabadiul Ihsan, Tegalsari, Banyuwangi. Beliau mewakili para donatur menyerahkan bantuan tersebut kepada pimpinan BAZNAS Banyuwangi, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama anak bangsa yang sedang diuji bencana. Pimpinan BAZNAS Banyuwangi menyambut hangat inisiatif mulia ini. Dalam keterangannya, BAZNAS menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh UI Cordoba dan Yayasan Mabadiul Ihsan. "Terima kasih atas kepedulian dan kepercayaan UI Cordoba serta Yayasan Mabadiul Ihsan. Insya Allah, amanah ini akan segera kami salurkan kepada yang berhak. Semoga donasi ini menjadi amal jariyah bagi seluruh donatur dan memberikan manfaat yang besar untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera," ujar perwakilan BAZNAS Banyuwangi. Aksi solidaritas ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi elemen masyarakat lainnya untuk terus bergandengan tangan, saling membantu, dan menguatkan satu sama lain dalam menghadapi bencana. Mari kita teruskan semangat gotong royong ini untuk kemanusiaan.
BERITA16/12/2025 | Humas BAZNAS
PEDULI BENCANA SUMATERA, PEGAWAI HOTEL KOKOON PERCAYAKAN PENYALURAN DONASI MELALUI BAZNAS BANYUWANGI
PEDULI BENCANA SUMATERA, PEGAWAI HOTEL KOKOON PERCAYAKAN PENYALURAN DONASI MELALUI BAZNAS BANYUWANGI
BANYUWANGI – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama terus mengalir dari masyarakat Banyuwangi. Kali ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi menerima penyaluran donasi kemanusiaan dari para pegawai Hotel Kokoon Banyuwangi. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Banyuwangi pada Hari Jum'at, 12 Desember 2025. Rombongan perwakilan manajemen dan pegawai Hotel Kokoon disambut langsung oleh jajaran petugas BAZNAS Banyuwangi. Dalam kesempatan tersebut, para pegawai Hotel Kokoon menyerahkan bantuan logistik berupa barang yang dikemas dalam 14 box (kardus). Bantuan ini ditujukan khusus untuk membantu para korban yang terdampak musibah bencana alam di wilayah Sumatera. Bantuan logistik tersebut meliputi kebutuhan mendesak seperti makanan, peralatan mandi, dan obat - obatan. Salah satu perwakilan dari Hotel Kokoon mengungkapkan bahwa donasi ini merupakan inisiatif murni dari para pegawai yang tergerak hatinya melihat kondisi saudara-saudara yang terdampak bencana. "Kami dari keluarga besar Hotel Kokoon Banyuwangi turut merasakan duka yang dialami saudara kita di Sumatera. Bantuan ini adalah wujud kecil solidaritas dan kasih sayang kami. Harapan kami, logistik yang kami kirimkan ini bisa sedikit meringankan beban mereka dan menjadi penyemangat untuk segera bangkit," ungkap perwakilan Hotel Kokoon di sela-sela penyerahan bantuan. Pihak BAZNAS Banyuwangi menyambut hangat kedatangan dan niat mulia tersebut. Sinergi antara dunia usaha dan lembaga sosial dinilai sangat penting dalam percepatan penanganan pascabencana. "Kami sangat mengapresiasi kepedulian rekan-rekan dari Hotel Kokoon. Amanah berupa 14 box logistik ini akan segera kami proses penyalurannya agar tepat sasaran kepada mereka yang berhak," ujar perwakilan BAZNAS Banyuwangi. Melalui aksi ini, diharapkan dapat memantik semangat instansi dan masyarakat luas untuk turut serta mengulurkan tangan bagi sesama yang membutuhkan. Bagi masyarakat yang ingin turut serta membantu korban bencana atau menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, dapat langsung mengunjungi kantor BAZNAS Banyuwangi atau melalui layanan digital yang tersedia. Mari kuatkan kembali semangat para penyintas dengan berbagi melalui rekening dibawah ini : Bank JATIM : 0021025666 (a.n BAZNAS INFAQ KAB BANYUWANGI) Konfirmasi Donasi : 0811-3025-789
BERITA12/12/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS SIAP 24 JAM UNTUK PROGRAM BANYUWANGI SEHAT: WUJUDKAN KOMITMEN LAYANAN KESEHATAN BAGI DHUAFA
BAZNAS SIAP 24 JAM UNTUK PROGRAM BANYUWANGI SEHAT: WUJUDKAN KOMITMEN LAYANAN KESEHATAN BAGI DHUAFA
BANYUWANGI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus melayani masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan, melalui program unggulan "Banyuwangi Sehat." Komitmen ini disampaikan dalam sebuah pertemuan dengan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi baru-baru ini. Dalam acara sosialisasi dan koordinasi yang dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan dan jajaran BAZNAS, ditegaskan bahwa BAZNAS siap siaga selama 24 jam untuk mendukung kelancaran program ini. Layanan 24 Jam untuk Pasien Tidak Mampu Ketua BAZNAS Banyuwangi, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa Program Banyuwangi Sehat merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap kesehatan kaum dhuafa. "Salah satu program unggulan BAZNAS adalah Program Banyuwangi Sehat. Distribusi program ini terutama berupa akomodasi selama perawatan pasien tidak mampu," ujar beliau. "Kami siapkan tim dan layanan 24 jam. Ini adalah janji BAZNAS untuk memastikan bahwa tidak ada masyarakat Banyuwangi yang terhalang mendapatkan hak sehatnya hanya karena keterbatasan biaya." Bantuan akomodasi ini sangat vital untuk meringankan beban keluarga pasien yang harus mendampingi selama proses pengobatan di rumah sakit. BAZNAS Telah Membantu Ribuan Pengobatan Sejak diluncurkan, Program Banyuwangi Sehat telah memberikan manfaat signifikan dan membantu ribuan pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dukungan yang diberikan BAZNAS mencakup berbagai kebutuhan non-medis yang seringkali menjadi kendala besar bagi keluarga miskin. Kerja sama yang erat dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan publik diharapkan dapat mempermudah akses dan validasi data penerima bantuan, sehingga penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) menjadi tepat sasaran. Ajakan Peningkatan Zakat untuk Dampak Lebih Luas Mengingat tingginya kebutuhan akan layanan kesehatan dan pengobatan bagi masyarakat kurang mampu, BAZNAS Banyuwangi mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), pengusaha, dan masyarakat umum untuk meningkatkan penyaluran ZIS mereka. Semakin besar dana ZIS yang terkumpul, semakin luas pula jangkauan dan dampak positif yang dapat diberikan BAZNAS. Kontribusi Anda melalui Zakat memiliki peran langsung dalam menyelamatkan nyawa dan menjamin kesehatan saudara-saudara kita di Banyuwangi. Masyarakat yang ingin menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah dapat mengakses informasi dan layanan melalui website resmi BAZNAS Banyuwangi atau melalui kontak resmi yang tertera. Informasi Kontak BAZNAS Banyuwangi: Telp/WA: 0811 3025 789 Website: https://kabbanyuwangi.baznas.go.id/ Media Sosial: @baznasbanyuwangi
BERITA27/11/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS BANYUWANGI TANGGUNG BIAYA DAN FASILITASI PENGOBATAN MUSTAHIK PENDERITA AMBIGUOUS GENITALIA
BAZNAS BANYUWANGI TANGGUNG BIAYA DAN FASILITASI PENGOBATAN MUSTAHIK PENDERITA AMBIGUOUS GENITALIA
Banyuwangi, 18 November 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi mustahik melalui penyerahan bantuan kesehatan yang komprehensif. Kali ini, bantuan disalurkan kepada seorang mustahik berinisial DN (15 tahun), warga dari Kecamatan Songgon, yang menderita kondisi Ambiguous Genitalia. Penyerahan bantuan ini dilakukan di Kantor BAZNAS Banyuwangi, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting sebagai bentuk sinergi antarlembaga. Bantuan Mencakup Biaya Medis dan Administrasi Wakil Ketua II BAZNAS Banyuwangi Bidang Pendistribusian, Bapak H. Herman Suyitno, M.Pd.I., secara simbolis menyerahkan bantuan yang mencakup dua aspek vital: Biaya Penentuan Kromosom: Dana ini dialokasikan untuk memfasilitasi pemeriksaan genetik yang krusial dalam penentuan jenis kelamin DN sebelum tindakan medis lebih lanjut. Pelunasan Tunggakan BPJS Kesehatan: BAZNAS melunasi seluruh tunggakan iuran BPJS Kesehatan keluarga DN, memastikan kartu BPJS aktif dan dapat digunakan sebagai jaminan untuk operasi dan perawatan lanjutan. Bapak Herman Suyitno menekankan bahwa bantuan ini merupakan implementasi nyata dari dana zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan umat kepada BAZNAS. "Ini adalah bagian dari tugas kami untuk membantu mustahik yang membutuhkan penanganan kesehatan mendesak. Kami berharap dukungan ini memberikan harapan baru bagi DN dan keluarga. Dengan sinergi yang baik, insyaAllah DN akan mendapatkan pelayanan medis terbaik," ujar H. Herman Suyitno. Sinergi Lintas Lembaga untuk Pelayanan Maksimal Penyerahan bantuan ini disaksikan oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan dan RSUD Blambangan, menunjukkan kuatnya kolaborasi antara BAZNAS dan sektor kesehatan di Banyuwangi. Bapak Faiz Fadholi, KABID Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Banyuwangi, yang turut hadir dalam penyerahan, memberikan apresiasi. "Kami sangat menghargai gerak cepat BAZNAS Banyuwangi dalam merespons kasus ini. Kolaborasi antara Dinas Kesehatan, RSUD Blambangan, dan BAZNAS sangat penting untuk memastikan warga kurang mampu tidak terhambat mendapatkan akses kesehatan, terutama untuk kasus spesialis yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit provinsi," kata Faiz Fadholi. Sementara itu, dr. Ayyub dari RSUD Blambangan yang juga hadir, memberikan dukungan penuh terhadap rencana rujukan tersebut. BAZNAS juga melibatkan Koordinator Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Songgon dalam proses pendampingan keluarga mustahik. Rujukan ke RSUD dr. Soetomo Surabaya DN dan keluarga dijadwalkan akan diberangkatkan menuju RSUD dr. Soetomo Surabaya pada Rabu, 19 November 2025. Pemberangkatan dan mobilisasi DN ke rumah sakit rujukan di Surabaya akan difasilitasi penuh menggunakan ambulans dan pendampingan dari BAZNAS Banyuwangi. BAZNAS Banyuwangi mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program kemanusiaan melalui penyaluran ZIS. Dengan ZIS, BAZNAS dapat terus memberikan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi bagi mustahik di Banyuwangi.
BERITA18/11/2025 | Humas BAZNAS
PENGAWASAN KINERJA, BAZNAS JATIM MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM PENDISTRIBUSIAN DI BANYUWANGI
PENGAWASAN KINERJA, BAZNAS JATIM MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM PENDISTRIBUSIAN DI BANYUWANGI
Tim Satuan Audit Internal (SAI) BAZNAS Provinsi Jawa Timur, dipimpin langsung oleh Kepala SAI, Drs. H. Slamet Hariyono, M.Si., mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu (15/11/2025). Kedatangan Tim SAI BAZNAS JATIM ini diterima hangat oleh jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Banyuwangi sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi dalam memastikan akuntabilitas penyaluran dana zakat. Kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ini bertujuan untuk memastikan bahwa program-program pendistribusian BAZNAS Provinsi Jawa Timur telah diterima oleh mustahiq dan tepat sasaran di wilayah Banyuwangi. BAZNAS Banyuwangi bersama Tim SAI BAZNAS JATIM meninjau beberapa program, meliputi: Kunjungan pertama ke Balai Ternak Wongsorejo, meninjau kelompok penerima bantuan program ternak produktif. Selanjutnya, Monev meninjau dua orang penerima Santunan Rutin Provinsi dan Santunan Dhuafa di Kecamatan Banyuwangi. Pengecekan lapangan juga dilakukan untuk program Bedah Rumah di dua lokasi berbeda: satu penerima di Rogojampi dan satu penerima di Gambiran. "Sinergi antara BAZNAS JATIM dan BAZNAS Banyuwangi ini sangat penting. Bantuan yang sudah disalurkan harus dimonev secara menyeluruh untuk mewujudkan aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI," ungkap Kepala SAI BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam pengantarnya. "Kami memastikan bahwa yang menerima bantuan ini sudah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh regulasi zakat." Beliau juga menegaskan komitmen BAZNAS JATIM untuk melakukan Monev secara merata di seluruh Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur, termasuk di daerah terpencil. "Monev kita mulai lebih awal untuk memastikan semua merata. Biarpun yang di pelosok Banyuwangi akan tetap kami datangi," tambahnya. Hasil dari Monev bersama BAZNAS Banyuwangi ini selanjutnya akan dijadikan sebagai bahan laporan untuk ditindaklanjuti dan perbaikan berkelanjutan, menjamin bahwa setiap program pendistribusian memberikan dampak maksimal kepada masyarakat Banyuwangi.
BERITA17/11/2025 | Humas BAZNAS
GIZI MUSTAHIK PULIH: 225 DAGING DAM HAJI BAZNAS RI DISALURKAN BAZNAS BANYUWANGI BERSAMA DINKES & PPNI UNTUK IBU MENYUSUI, LANSIA, & STUNTING (HKN 2025)
GIZI MUSTAHIK PULIH: 225 DAGING DAM HAJI BAZNAS RI DISALURKAN BAZNAS BANYUWANGI BERSAMA DINKES & PPNI UNTUK IBU MENYUSUI, LANSIA, & STUNTING (HKN 2025)
Banyuwangi – Dalam semangat kepedulian sosial dan momentum Hari Kesehatan Nasional, BAZNAS Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 01 November 2025, sukses menyalurkan amanah daging olahan DAM Haji tahun 2025 dari BAZNAS RI. Sebanyak 225 paket daging olahan didistribusikan kepada para mustahik di Kecamatan Wongsorejo, menegaskan komitmen BAZNAS dalam pendistribusian zakat yang efektif dan merata. Kegiatan penyaluran ini merupakan wujud nyata sinergi program nasional dan daerah yang diperkuat dengan kolaborasi strategis bersama Dinas Kesehatan dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Banyuwangi. Selain daging olahan DAM Haji, mustahik juga menerima bantuan tambahan berupa minyak, telur, dan beras sebagai upaya peningkatan gizi dan ketahanan pangan keluarga. Pimpinan BAZNAS Banyuwangi Wakil 2 Bidang Pendistribusian menyatakan, "Penyaluran DAM Haji ini adalah implementasi dari Bidang Pendistribusian kami untuk memastikan amanah umat dari Tanah Suci sampai ke tangan yang berhak di Banyuwangi. Kami berharap, daging olahan yang kaya protein ini, khususnya bagi ibu menyusui dan penerima bantuan stunting, dapat menjadi asupan gizi yang sangat berarti." Sasaran utama penerima bantuan ini difokuskan pada kelompok rentan yang membutuhkan dukungan gizi dan kesehatan, meliputi ibu-ibu menyusui, penderita TBC, sasaran intervensi stunting, lansia, dan kelompok RESTI (Risiko Tinggi). Acara penyerahan dilakukan secara simbolis kepada 5 orang mustahik, dihadiri oleh: Pimpinan BAZNAS Banyuwangi Wakil 2 Bidang Pendistribusian Perwakilan Dinas Kesehatan Ketua PPNI Banyuwangi Perwakilan Kementerian Agama (KEMENAG) Banyuwangi Perwakilan Dinas Kesehatan menambahkan, "Kolaborasi ini sangat penting dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Bantuan pangan bergizi ini selaras dengan upaya kami di Bidang Kesehatan untuk menekan angka stunting, TBC, dan meningkatkan kualitas hidup kelompok RESTI di Wongsorejo. Terima kasih BAZNAS RI dan BAZNAS Banyuwangi atas peran aktifnya." Sementara itu, Perwakilan PPNI Banyuwangi menekankan, "Sebagai mitra di Bidang Keperawatan, kami mengapresiasi bantuan protein tinggi ini. Nutrisi yang baik adalah kunci pencegahan penyakit. PPNI siap mendampingi dan memberikan edukasi kesehatan kepada mustahik, terutama dalam program peningkatan gizi bagi ibu dan anak." Perwakilan KEMENAG Banyuwangi menutup, "Kegiatan ini mencerminkan fungsi zakat dan DAM sebagai instrumen syariat yang memiliki dampak sosial-ekonomi yang besar. KEMENAG di Bidang Keagamaan mendukung penuh BAZNAS dalam mengelola amanah ibadah ini secara profesional, transparan, dan memberikan manfaat luas bagi umat." Melalui kegiatan ini, BAZNAS Banyuwangi berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan dan sinergi antarlembaga demi terwujudnya masyarakat Banyuwangi yang sejahtera dan sehat.
BERITA01/11/2025 | Humas BAZNAS
LATIHAN DASAR KELOMPOK MENGELOLA WARUNG KELONTONG SECARA PROFESIONAL
LATIHAN DASAR KELOMPOK MENGELOLA WARUNG KELONTONG SECARA PROFESIONAL
Banyuwangi – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui program unggulan Zmart. Sebanyak puluhan mustahik penerima manfaat program ini mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kelompok (LDK) Mengelola Warung Kelontong Secara Profesional yang bertempat di Aula BAZNAS Banyuwangi. Kegiatan LDK ini merupakan bagian integral dari program Zmart, yang tidak hanya memberikan bantuan permodalan, renovasi, dan branding warung, tetapi juga fokus pada peningkatan kapasitas dan keterampilan pengelolaan bisnis bagi para mustahik. Materi yang disampaikan meliputi manajemen stok, pembukuan sederhana, pelayanan prima, hingga strategi pemasaran digital, dengan tujuan utama agar warung kelontong mustahik dapat berdaya saing dan mandiri secara ekonomi. Kata Mereka: Pentingnya Profesionalisme dan Pendampingan Wakil Ketua II BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Bapak Haji Herman Suyitno, S.Ag, M.Pd.I, menekankan pentingnya pengelolaan warung secara profesional untuk mencapai kemandirian. "Kami berharap para mustahik ini tidak hanya menerima bantuan modal, tapi juga bertransformasi menjadi wirausaha ulung. LDK ini adalah bekal awal untuk mengubah pola pikir dari sekadar berjualan menjadi mengelola bisnis yang profesional. Zakat harus mampu membawa mustahik naik kelas, bahkan kelak menjadi muzaki," ujarnya. Pendamping Zmart, Bapak Subayil, menyoroti peran pendampingan secara berkelanjutan. "Peran kami bukan hanya mendampingi, tetapi memastikan ilmu yang didapat di LDK ini diterapkan secara konsisten di warung masing-masing. Mulai dari penataan yang rapi, pencatatan yang akurat, hingga pelayanan yang ramah. Kedisiplinan adalah kunci sukses warung Zmart," jelasnya. Sementara itu, pemateri dari PT Sumber Trijaya Lestari (Aksesmu), Bapak Dani Saputra yang memberikan materi tentang digitalisasi rantai pasok dan manajemen bisnis ritel, mengungkapkan antusiasmenya. "Kolaborasi dengan BAZNAS ini sangat strategis. Melalui platform digital dan pelatihan yang terstruktur, mustahik Zmart memiliki peluang besar untuk bersaing dengan ritel modern. Kami melihat semangat tinggi dari para peserta untuk mengadopsi teknologi dan mengaplikasikan standar operasional yang profesional," pungkasnya. Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak warung-warung kelontong Zmart di Banyuwangi yang tidak hanya menjadi penyedia kebutuhan pokok masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi ikon kemandirian ekonomi umat berkat pengelolaan yang profesional dan modern.
BERITA29/10/2025 | Humas BAZNAS
PENDISTRUBUSIAN BALAI TERNAK, AMBULANCE DAN ZMART
PENDISTRUBUSIAN BALAI TERNAK, AMBULANCE DAN ZMART
Alhamduluillah, BAZNAS Kabupaten Banyuwangi menerima 3 program unggulan dari BAZNAS RI. Yaitu, balai ternak Al-Hikmah, ambulace yang dipersiapkan gratis untuk masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan darurat dan Zmart. Adapun penerima manfaat balai ternak untuk 20 orang dengan pendampingan yang maksimal, dan penerima manfaat Zmart sebanyak 50 warung dengan dukungan modal, branding, dan digitalisasi rantai pasok. Program ini juga merupakan kolaborasi dengan beberapa mitra seperti PT. PNM dan PT. Sumber Trijaya Lestari (aksesmu) sebagai langkah memperkuat kemandirian perekonomian mustahik dan layanan sosial kemanusiaan. Diharapkan dengan bantuan ini bisa membawa manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Banyuwangi.
BERITA24/09/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Banyuwangi
RAKORNAS 2025, SAIDAH SAKWAN: PROGRAM BAZNAS SEJALAN DENGAN RPJMN 2025-2029
RAKORNAS 2025, SAIDAH SAKWAN: PROGRAM BAZNAS SEJALAN DENGAN RPJMN 2025-2029
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, menegaskan program BAZNAS sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029. Menurutnya, dana sosial syariah, termasuk zakat, telah diturunkan menjadi arah kebijakan tingkat menengah. "Untuk itu kita arahkan semua ekosistem binaan kita bisa diseleraskan untuk memenuhi kebutuhan penyuksesan program prioritas pemerintah," ujar Saidah. Saidah mengatakan, dana keagamaan seperti zakat, diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah dan mendukung penanganan masalah sosial serta bencana. Pemanfaatan dana keagamaan Islam dilaksanakan sejalan dengan kebijakan pengembangan ekonomi syariah serta berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal ini disampaikan Saidah dalam Plenary Session “Capaian Kinerja 2020-2025 dan Isu Strategis Renstra Kedepan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan” yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Rabu (27/8/2025). Saidah juga menegaskan pentingnya membangun model pemberdayaan yang berkelanjutan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam paparannya, Saidah menyampaikan capaian BAZNAS dalam kurun 2020–2025 yang menunjukkan peningkatan signifikan baik dari sisi penghimpunan maupun pendistribusian ZIS. “Zakat telah menjadi instrumen strategis dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan. Namun, lebih dari itu, zakat harus mampu menghadirkan model pemberdayaan yang berkelanjutan agar mustahik bisa naik kelas menjadi muzaki,” ungkapnya. Saidah menjelaskan, selama periode pandemi 2021–2022, BAZNAS fokus pada program pemulihan mustahik melalui bantuan langsung, ketahanan pangan, hingga penguatan modal produktif. Sementara sejak 2023 hingga 2024, fokus diarahkan pada penguatan program pengentasan kemiskinan struktural melalui desa zakat, pengembangan ekonomi mustahik, serta dukungan kepada UMKM. “Dari pengalaman lima tahun terakhir, kita belajar bahwa distribusi konsumtif memang penting untuk kondisi darurat, tetapi pendayagunaan produktif adalah kunci bagi kemandirian mustahik. Inilah yang kita maksud dengan pemberdayaan berkelanjutan,” lanjutnya. Menurut Saidah, BAZNAS telah menargetkan proporsi ideal 50:50 antara pendistribusian konsumtif dan pendayagunaan produktif pada tahun 2026, dengan minimal 28% dana dialokasikan khusus untuk program pemberdayaan. Hal ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden serta RPJMN 2025–2029 yang menekankan penguatan dana sosial syariah dalam pembangunan nasional. Capaian kinerja juga menunjukkan perkembangan positif. Pada 2024, penyaluran zakat secara nasional mencapai Rp39,48 triliun, dan pada 2025 ditargetkan menembus Rp45,5 triliun. Peningkatan ini mencerminkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap zakat sebagai instrumen keuangan sosial yang efektif . Di sisi lain, Saidah juga menekankan pentingnya menyelaraskan seluruh gerakan zakat dengan prioritas pembangunan pemerintah. "Apa yang kita lakukan harus sejalan dengan apa yang diprioritaskan oleh Pemerintah. Alhamdulillah zakat sudah masuk dalam kebijakan nasional," jelasnya. Menurutnya, ini bukan hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang kontribusi terhadap target angka yang telah ditetapkan negara. Zakat, menurutnya, dipandang sangat strategis karena keterkaitannya yang erat dengan berbagai aspek pembangunan, yaitu pengentasan kemiskinan, pengembangan wilayah, pendanaan pembangunan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Posisi strategis ini mendapatkan apresiasi dari negara. "Ini membuktikan bahwa negara atau pemerintah menghargai kehadiran para amil zakat di pusat maupun di daerah," ungkap Saidah. Peran amil zakat diakui sebagai mitra pemerintah dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Banyuwangi
BERSAMA POLRESTA BANYUWANGI, BAZNAS MENDISTRIBUSIKAN BEASISWA ANAK YATIM PIATU
BERSAMA POLRESTA BANYUWANGI, BAZNAS MENDISTRIBUSIKAN BEASISWA ANAK YATIM PIATU
Polresta Banyuwangi adalah salah satu muzakki BAZNAS yang mengajukan bantuan sekolah adik kakak yang bernama Gendis dan Genta. Gendis berusia 16 Tahun yang saat ini menduduki kelas 1 di SMAN 1 Rogojampi, sedangkan adiknya Genta berusia 14 Tahun yang saat ini menduduki kelas 1 di SMPN 1 Srono. Gendis dan Genta adalah anak yatim piatu, ayahnya meninggal pada tahun 2018 sedangkan sang ibu meninggal 7 tahun kemudian tepat di bulan ramadhan 2025. Alhamdulillah BAZNAS bersama Polresta telah mendistribusikan bantuan tersebut pada hari Jumat 23 Mei. “Kami dari BAZNAS Banyuwangi yang di titipi zakat oleh masyarakat Banyuwangi untuk mendistribusikan kepada yang berhak, salah satunya dalam program Banyuwangi Cerdas. Tidak hanya sampai disini, jika prestasi terus di pertahankan, bantuan akan terus berlanjut hingga perguruan tinggi” Ujar pimpinan bidang distribusi H.Herman Suyitno.
BERITA26/05/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Banyuwangi
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat