WhatsApp Icon
PERINGATI HARI KESADARAN NASIONAL, BAZNAS BANTU KURSI RODA, PENGOBATAN, MODAL, DAN BEASISWA

BANYUWANGI-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)  Kabupaten Banyuwangi menyerahkan sejumlah bantuan usai pelaksanaan upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman Pemkab Banyuwangi pada Rabu pagi (17/6) . Secara bergiliran, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, Kapolres Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, anggota DPRD Banyuwangi Marifatul Kamila,  perwakilan Kodim 0825, dan pejabat Forkopimda lainnya, menyerahkan bantuan tersebut.

Secara simbolis, Bupati Ipuk menyerahkan bantuan kursi roda bagi warga binaan Lapas Banyuwangi Agus Purwanto. Kursi roda itu diserahterimakan kepada Sugeng Sayogo, Kasi Binadik Lapas Kelas IIA Banyuwangi. Tak berapa lama kemudian, tim Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Banyuwangi mengantarkan kursi roda baru ke Lapas untuk diberikan  langsung kepada Agus, yang merupakan penyandang disabilitas.

Sementara itu, Wabup Mujiono menyerahkan bantuan biaya pengobatan operasi tulang kaki dan penjemputan ambulans bagi Fatimatuz Zahra, warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat,  yang akan menjalani operasi tulang kaki di Solo. Sedangkan Kapolresta Rofiq menyerahkan bantuan modal kerja kepada Maya Eva Mahardika, warga Kecamatan Rogojampi.

Selain itu, tiga pelajar asal Kecamatan Rogojampi  menerima bantuan beasiswa dari Baznas. Mereka adalah Zulfa Frida yang mau masuk MTsN 10 Rogojampi; Ali Yusuf, siswa MTsN 10 Rogojampi;  dan Hasyim Azari, siswa SMPN 3 Rogojampi. Beasiswa tersebut diserahkan oleh anggota DPRD Banyuwangi Marifatul Kamila, perwakilan Kodim 0825, dan pejabat Forkopimda lainnya.

Bupati berharap, bantuan dari Baznas itu bisa bermanfaat bagi para penerimanya.

"Terima kasih kepada Baznas yang telah memberikan sejumlah bantuan pada hari ini," kata Bupati Ipuk usai menyerahkan bantuan.

Wakil Ketua Bidang Pengumpulan Baznas Kabupaten Banyuwangi Elly Irwan Suryanto, yang mendampingi penyerahan bantuan  mengatakan, bantuan dari Baznas itu merupakan bagian dari Program Zakat Menguatkan Indonesia dan Banyuwangi. Bantuan yang diberikan ada Program Banyuwangi Sehat, yakni membantu kursi roda baru untuk warga binaan di Lapas yang kursi rodanya rusak dan bantuan biaya pengobatan. Program Banyuwangi Makmur yang  bertujuan pemberdayaan ekonomi dengan membantu modal kerja. Selain itu, Program Banyuwangi Cerdas membantu beasiswa pelajar SMP/MTs.  "Bantuan beasiswa ini diharapkan bisa membantu untuk membayar biaya sekolah," katanya. (*)

17/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
BAZNAS BANTU SANTRIWATI LUNASI BIAYA RUMAH SAKIT

BANYUWANGI-Dyva Ayu Wandira, 18 tahun, santriwati Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari bisa bernafas lega.  Pasalnya, warga Lingkungan Jajang Penatu, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Banyuwangi itu bisa pulang pada Kamis siang (4/6) setelah menjalani rawat inap di RSUD Blambangan.

Rombongan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)  Kabupaten Banyuwangi yang dipimpin ketuanya Dwi Yanto bersama Wakil Ketua Bidang Pengumpulan Elly Irwan Suryanto, staf bidang distribusi Muhit, dan Ridho mendatangi RSUD Blambangan dengan membawa ambulans Madani. Bersama perwakilan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ)  Kecamatan Banyuwangi Latipah, Camat Banyuwangi Andik Basuki, Sekcam Fatah Hidayat, dan Lurah Kampung Melayu Aris, tim Baznas menjemput Dyva dari ruangan rawat inapnya.

Seluruh biaya rawat inap tanggungan Dyva langsung dilunasi oleh Tim Baznas bersama UPZ Kecamatan Banyuwangi. Walhasil, Dyva bersama dua kakaknya bisa pulang ke rumahnya di Kampung Melayu.

Awalnya, Vany Ayu, kakak pasien Dyva menulis surat kepada Camat Banyuwangi dan Baznas. Pada  secarik kertas  itu, Vany dengan tulisan tangannya meminta bantuan, karena tidak mampu melunasi biaya pengobatan rawat inap adiknya di RSUD Blambangan.

Vany mengisahkan, dia menjemput adiknya dari Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari sudah dalam kondisi sakit.  Kemudian, Dyva diantarkan berobat ke RSUD Blambangan hingga terpaksa harus menjalani rawat inap.  "Ibu kami telah tiada, sedangkan ayah sudah menikah lagi dan kini tinggal di tempat lain," tuturnya.

Saat ini, lanjut Vany, Dyva memilih tinggal bersamanya ketika pulang dari pondok pesantren. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Baznas, UPZ  Kecamatan Banyuwangi,  Pak Camat dan Pak Lurah yang telah membantu kepulangan adik saya," ucapnya terbata-bata.

Ketua Baznas Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto mengatakan bahwa bantuan biaya pengobatan bagi Dyva itu berasal dari para muzakki yang membayarkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Baznas. Sedangkan ambulans Madani yang dipakai menjemput Dyva adalah bantuan dari Permodalan Nasional Madani (PNM). "Berkat kepercayaan para muzakki membayarkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Baznas,  pasien seperti Dyva bisa terbantu biaya pengobatannya yang cukup besar," katanya.

Camat Banyuwangi Andik Basuki berterima kasih kepada Baznas yang telah membantu biaya pengobatan warganya. Selanjutnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat untuk memantau kondisi kesehatan Dyva selama di rumah. "Terima kasih Baznas, warga kami bisa terbantu hari ini, tanggungan biaya rumah sakit dilunasi dan anaknya dijemput dengan ambulans Baznas," kata Andik. 

Camat Banyuwangi juga menyerahkan bantuan dua paket   sembako untuk keluarga Dyva. Bantuan spontanitas itu langsung diterima oleh kakak lelakinya saat hendak masuk  ke mobil ambulans.

04/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
BAZNAS BANYUWANGI BERSAMA CAMAT KABAT DAN KADES BARENG SALURKAN BANTUAN PENGOBATAN WARGA SAKIT KRONIS

BANYUWANGIBAZNAS Banyuwangi bergerak cepat menyalurkan bantuan biaya operasional pengobatan serta paket sembako kepada warga kurang mampu yang sedang berjuang melawan sakit kronis. Pendistribusian bantuan ini dilaksanakan secara sinergis bersama Camat Kabat dan Kepala Desa (Kades) Bareng langsung di kediaman penerima manfaat.

Langkah respons cepat ini merupakan tindak lanjut atas surat permohonan bantuan operasional berobat yang diajukan oleh Kantor Desa Bareng kepada BAZNAS Kabupaten Banyuwangi. Pihak desa melaporkan adanya salah seorang warga dari keluarga pra-sejahtera yang sangat membutuhkan dukungan biaya akomodasi dan operasional medis.

Adapun penerima manfaat bantuan kali ini adalah Ibu Madiya (60), warga yang berdomisili di Dusun Krajan RT 003 RW 001, Desa Bareng, Kecamatan Kabat. Melalui program penanganan sosial ini, BAZNAS Banyuwangi menyerahkan bantuan dana tunai untuk operasional berobat serta paket sembako guna membantu memenuhi kebutuhan pangan pokok harian keluarganya.

Kepala Desa Bareng yang mendampingi langsung jalannya pendistribusian menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang mendalam atas kepedulian dari BAZNAS Banyuwangi.

"Puji syukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Kami atas nama Pemerintah Desa Bareng dan keluarga Ibu Madiya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas respons cepat dari BAZNAS Kabupaten Banyuwangi dan dukungan Bapak Camat Kabat. Semoga bantuan ini menjadi berkah dan meringankan beban operasional berobat," ujar Kades Bareng.

Melalui program pendistribusian ini, BAZNAS Banyuwangi berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah demi kemaslahatan umat, khususnya dalam membantu jaminan kesehatan bagi warga miskin di seluruh pelosok Kabupaten Banyuwangi. Semoga kesehatan dan keberkahan selalu menyertai para muzaki dan mustahik. Aamiin.

26/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
BAZNAS BANYUWANGI SALURKAN BANTUAN SEPEDA BARU UNTUK TIGA SISWA MI DI MUNCAR

BANYUWANGI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan. Berkolaborasi dengan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Muncar, BAZNAS Banyuwangi menyalurkan bantuan berupa tiga unit sepeda baru kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Huda 1 Dusun Tegalpare, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Bidang Distribusi BAZNAS Banyuwangi, Nanang Khairurrozik, bersama Ketua UPZ Kecamatan Muncar, Anang Ma’ruf Masyhuri, serta didampingi oleh Kepala KUA Kecamatan Muncar, H. Amin Maki, di halaman madrasah.

Suasana haru sekaligus bahagia mewarnai penyerahan bantuan tersebut. Tiga siswa penerima manfaat, yaitu Gozi, Andi, dan Zahra, tidak dapat menyembunyikan rasa gembiranya saat menerima dan langsung memeluk sepeda baru yang selama ini mereka impikan.

Ringankan Beban Jarak ke Sekolah

Ketua UPZ Muncar, Anang Ma’ruf Masyhuri, menjelaskan bahwa bantuan ini ditujukan khusus bagi siswa yang memiliki kendala jarak tempuh dari rumah ke sekolah.

"Bantuan sepeda bagi tiga siswa yang membutuhkan ini akan meringankan beban ketika harus menempuh jarak yang jauh ke sekolah. Sepeda baru ini akan menambah semangat bagi tiga siswa penerimanya ketika berangkat sekolah," ujar Anang.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Distribusi BAZNAS Banyuwangi, Nanang Khairurrozik, memberikan apresiasi yang tinggi kepada UPZ Kecamatan Muncar atas gerak cepatnya dalam mendeteksi siswa yang membutuhkan bantuan di wilayahnya.

"BAZNAS sangat peduli kepada pelajar yang membutuhkan bantuan sepeda untuk bersekolah. Ajukan kepada BAZNAS ketika ada anak usia sekolah yang membutuhkan sepeda baru," tegas Nanang.

Ajakan Menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah

Penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata bagaimana dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dikelola oleh BAZNAS dapat memberikan dampak langsung dan mengubah kehidupan mereka yang membutuhkan. Senyum bahagia dari para siswa tersebut tercipta berkat kepedulian dari para muzakki dan munfik.

Mari bersama-sama kita bentangkan lebih luas lagi jembatan kebaikan untuk anak-anak penerus bangsa. BAZNAS Banyuwangi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah terbaiknya secara resmi melalui BAZNAS. Setiap rupiah yang Anda tunaikan akan dikelola secara amanah untuk memotong rantai kemiskinan dan mendukung pendidikan anak-anak di Banyuwangi.

Bagi masyarakat yang mengetahui adanya anak usia sekolah dengan kondisi serupa di lingkungannya, dapat segera berkoordinasi dengan UPZ setempat atau langsung mengajukannya ke kantor BAZNAS Banyuwangi.

22/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
BAZNAS BANYUWANGI ANTARKAN LAGI RANTANG DHUAFA

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi kembali menjalankan program Rantang Dhuafa yang sempat vakum beberapa bulan. Program itu dilaunching ulang dengan menyerahkan rantang berisi makanan kepada Budi Margo Santoso, warga Dusun Sukorojo, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah pada Senin siang (4/5).

Rantang Dhuafa itu diserahkan oleh Wakil Ketua Bidang Distribusi Baznas Kabupaten Banyuwangi Nanang Khoirurrozik didampingi Ketua Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Glagah Mohammad Arifin dan Lurah Banjarsari Sabardianto SAP.

Pria lanjut usia (Lansia) berumur 73 tahun yang menerima manfaat dari program Rantang Dhuafa itu mengaku senang mendapatkan perhatian dari Baznas Kabupaten Banyuwangi.

Penderita disabilitas sejak lahir karena penyakit folio mendera kedua kakinya itu sangat terbantu dengan adanya kiriman makanan yang dimasakkan oleh tetangganya setiap hari.

"Terima kasih kepada Baznas Kabupaten Banyuwangi dan UPZ Kecamatan Glagah yang telah membantu makanan untuk saya setiap hari melalui Program Rantang Dhuafa ini," ucap Margo dengan penuh haru.

Wakil Ketua Bidang Distribusi Baznas Kabupaten Banyuwangi Nanang Khoirurrozik mengatakan bahwa Rantang Dhuafa adalah program yang sudah lama dijalankan oleh Baznas yang kini diaktifkan kembali. Sebab, banyak dhuafa lansia yang membutuhkan bantuan makanan karena hidup seorang diri. "Semoga bantuan Rantang Dhuafa ini bisa meringankan beban hidup para dhuafa lansia di Banyuwangi. Mari para muzakki bisa ambil bagian dalam program Rantang Dhuafa ini," kata Nanang.

Sementara itu, Ketua UPZ Kecamatan Glagah Mohammad Arifin menyatakan setuju Program Rantang Dhuafa dijalankan kembali, karena banyak dhuafa yang hidupnya bergantung kepada pemberian makanan dari tetangga atau saudaranya. Mereka adalah dhuafa yang hidupnya seorang diri, berusia lansia, dan kadang juga disabilitas.

"Program ini sangat membantu para dhuafa lansia yang hidup seorang diri di kampung-kampung dan desa-desa, seperti di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah ini," kata Arifin.

Apresiasi disampaikan  oleh Lurah Banjarsari Sabardianto terhadap Program Rantang Dhuafa yang kembali dijalankan oleh Baznas tersebut. "Terima kasih Baznas dan UPZ Kecamatan Glagah, yang kembali menghidupkan Program  Rantang Dhuafa, karena program ini menjadi wujud nyata kehadiran kita di tengah-tengah warga yang membutuhkan uluran tangan kita," kata pejabat asal Kecamatan Cluring itu.

04/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS

Berita Terbaru

BANTU FARHAN LUNASI HUTANG SEKOLAH
BANTU FARHAN LUNASI HUTANG SEKOLAH
Ayah dan Ibu Farhan seorang buruh tani, penghasilan sehari-hari hanya bisa di gunakan untuk kebutuhan makan sehingga tidak dapat melunasi tanggungan sekolah. Farhan yang merupakan siswa kelas 1 SMAN 1 Glagah tidak bisa membayar uang gedung dan seragam. Alhamdulillah melalui dana zakat yang dikelola BAZNAS Banyuwangi hadir membantu melunasi yang belum terbayarkan. Selain itu Farhan juga mendapatkan beasiswa dari BAZNAS Provinsi. Harapannya Farhan terus semangat dalam menuntut ilmu sampai pada yang di cita-citakan.
BERITA16/08/2024 | Humas BAZNAS Kabupaten Banyuwangi
BAZNAS BANYUWANGI BANTU BAYAR TUNGGAKAN SEKOLAH QISMA
BAZNAS BANYUWANGI BANTU BAYAR TUNGGAKAN SEKOLAH QISMA
Qisma adalah anak nomor dua dari tiga bersaudara, saudara yang pertama menduduki bangku SMK sedangkan adiknya belum sekolah. Mereka baru saja kehilangan sosok ayah, dan saat ini hanya tinggal bersama sang Ibu. Ibunya adalah seorang Ibu rumah tangga, dan sedang ingin memulai usaha untuk menghidupi 3 orang anaknya. Ibu Qisma memulai usaha jual gorengan bersama tetangga di sekitar rumahnya. BAZNAS turut membantu biaya sekolah yang belum terbayarkan.
BERITA15/08/2024 | Humas BAZNAS Kabupaten Banyuwangi
BAZNAS BANYUWANGI BANTU BUNGA LANJUT SEKOLAH MENENGAH ATAS
BAZNAS BANYUWANGI BANTU BUNGA LANJUT SEKOLAH MENENGAH ATAS
Nova Bunga Irnasari adalah seorang putri yang tinggal bersama Ayah angkatnya. Ibunya telah meninggal 4 tahun yang lalu. Setelah lulus sekolah menengah pertama Bunga berniat untuk tidak melanjutkan sekolah karena tidak punya biaya. Ayah angkat Bunga kerja sebagai buruh yang penghasilan sehari-hari hanya cukup untuk makan. Masyarakat melaporkan keadaan Bunga kepada BAZNAS, Alhamdulillah berkat dana zakat yang muzaki tunaikan, dapat membantu Bunga lanjut sekolah untuk mencapai cita-cita.
BERITA14/08/2024 | Humas BAZNAS Kabupaten Banyuwangi
SANTUNAN ANAK YATIM PADA ACARA KUNJUNGAN BUPATI DI DESA LABANASEM
SANTUNAN ANAK YATIM PADA ACARA KUNJUNGAN BUPATI DI DESA LABANASEM
Santunan anak yatim pada acara kunjungan Bupati di Desa Labanasem Kecamatan Kabat.
BERITA13/08/2024 | Humas BAZNAS Kabupaten Banyuwangi
BAZNAS BANYUWANGI BANTU AKOMODASI PENGOBATAN LANJUTAN ANANDA AQILLAH PENDERITA TOMOR MULUT
BAZNAS BANYUWANGI BANTU AKOMODASI PENGOBATAN LANJUTAN ANANDA AQILLAH PENDERITA TOMOR MULUT
Bantuan pengobatan lanjutan atas nama anak Aqillah Azzahro. Aqillah adalah anak istimewa yg Allah titipkan kepada pasangan suami istri M.Maulana Ishaq dan Martha ayu, Aqillah berusia 1 Tahun, dia mengidap tumor di mulut sejak lahir dan telah dioperasi di usia 10 bulan. Untuk pengobatan selanjutnya Aqillah harus kontrol dan untuk tindakan operasi lanjutan yakni menjahit langit-langit mulut ke RSUD dr Soetomo Surabaya, akan tetapi karena keterbatasan biaya kontrol yg seharusnya di lakukan harus tertunda. Pekerjaan sehari-hari orang tua hanya menjual cilok dengan penghasilan per bulan kurang lebih 800 .000. Untuk itu melalui UPZ Kecamatan Banyuwangi BAZNAS mendistribusikan bantuan untuk akomodasi pengobatan lanjutan ananda.
BERITA12/08/2024 | Humas BAZNAS Kabupaten Banyuwangi
BAZNAS BANYUWANGI BANTU BIAYA PENGOBATAN KECELAKAAN YANG DI ALAMI IBU SULIANA
BAZNAS BANYUWANGI BANTU BIAYA PENGOBATAN KECELAKAAN YANG DI ALAMI IBU SULIANA
Suliana adalah berstatus seorang janda dan hidup sendiri bersama kedua anaknya. Suliana yang bertempat tinggal di Dusun Kedungrejo Rt.003 Rw.005 Desa Sambimulyo Kec. Bangorejo Kab. Banyuwangi ini bekerja sebagai buruh yang tergolong keluarga kurang mampu. Pada hari Selasa tanggal 16 Juli ketika berkendara sepeda motor bersama anaknya terjadi kecelakaan bertabrakan dengan pengendara sama-sama sepeda motor di Jalan Raya Kedungringin Desa Temurejo Kec. Bangorejo. Akibat kecelakaan tersebut tangan kanan dan jari kelingking Suliana mengalami patah tulang. Saat ini dalam penanganan medis dan rawat inap di RSUD Genteng Banyuwangi. Melalui UPZ Kec. Bangorejo BAZNAS mendistribusikan bantuan program Banyuwangi sehat kepada Ibu Suliana.
BERITA10/08/2024 | Humas BAZNAS Kabupaten Banyuwangi
BAZNAS KABUPATEN BANYUWANGI BANTU AKOMODASI HOLIPAH AKIBAT KECELAKAAN
BAZNAS KABUPATEN BANYUWANGI BANTU AKOMODASI HOLIPAH AKIBAT KECELAKAAN
Holipah bertempat tinggal di Dusun Gedor RT.03 RW.02 Desa Telemung Kecamatan Kalipuro saat ini sedang sakit setelah kecelakaan tunggal sepeda motor. beliau butuh biaya akomodasi untuk bolak-balik kerumahsakit. Dengan cepat tanggal melalui UPZ Kalipuro BAZNAS Banyuwangi mendistribusikan bantuan untuk akomodasi ibu Holipah.
BERITA09/08/2024 | Humas BAZNAS Kabupaten Banyuwangi
SANTUNAN ANAK YATIM PADA ACARA KUNJUNGAN BUPATI DI DESA TEMBOKREJO
SANTUNAN ANAK YATIM PADA ACARA KUNJUNGAN BUPATI DI DESA TEMBOKREJO
Santunan anak yatim pada acara kunjungan Bupati di Desa.
BERITA08/08/2024 | Humas BAZNAS Kabupaten Banyuwangi
BAZNAS RI DORONG OPTIMALISASI KANTOR DIGITAL DI SELURUH INDONESIA DEMI TINGKATKAN POTENSI ZIS
BAZNAS RI DORONG OPTIMALISASI KANTOR DIGITAL DI SELURUH INDONESIA DEMI TINGKATKAN POTENSI ZIS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong optimalisasi Kantor Digital di seluruh BAZNAS Provinsi/Kota/Kabupaten guna meningkatkan potensi Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) secara nasional, dan meningkatkan literasi zakat di tengah masyarakat. Hal tersebut mengemuka pada Pengajian Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman dengan tema "Memaksimalkan Peran kantor Digital BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota" terselenggara oleh Pusdiklat BAZNAS RI yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Selasa (30/9/2024). Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. Muh. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Sc., Ph.D., serta Kepala Bagian Humas BAZNAS RI Yudhiarma MK. Msi. "Saat ini sudah ada 240 Kantor Digital berbasis website yang kita buat untuk provinnsi, kabupaten, dan kota. Hal ini perlu terus dimaksmalkan, karena melalui kantor digital ini kita berharap interaksi masyarakat lebih mudah, terutama untuk mengetahui lebih dalam tentang kiprah BAZNAS sebagai lembaga utama dalam mensejahterakan umat," ucap Prof Nadra. Dengan Kantor Digital,kata Prof Nadra, amil bisa melakukan pelayanan, baik terhadap mustahik, muzaki, customer, mitra, dan masyarakat pada umumnya. Juga untuk penyebaran informasi, rapat dan pertemuan online, kerja sama, dan masih banyak lagi. Semua bisa dikerjakan di mana saja dengan memanfaatkan Kantor Digital BAZNAS RI. "Menurut data yang ada, sebanyak 60 persen pengumpulan dana dari BAZNAS RI melalui website. Tentu ini menunjukkan bahwa Kantor Digital BAZNAS juga telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam penghimpunan dan menyalurkan ZIS, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat," ujar Prof Nadra. Prof Nadra berharap, melalui kegiatan ini Kantor Digital BAZNAS di Provinsi/Kabupaten/Kota dapat terus dimaksimalkan guna memperkuat kinerja, kelembagaan dan pengelolaan ZIS. Sementara itu, Kepala Bagian Humas BAZNAS RI Yudhiarma MK. MS.i menjelaskan terkait pengelolaan website Kantor Digital. Menurutnya, BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota yang telah memiliki kantor digital perlu memasukkan pengelolaan website dalam agenda kerja Utama, dengan dukungan SDM (Sumber Daya Manusia) yang memadai. Yudhiarma juga menjelaskan tips-tips pembuatan berita, artikel dengan angle terbaik sehigga mampu meningkatkan literasi zakat kepada masyarakat. "Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memacu kita semua untuk mengoptimalkan Kantor Digital sebagai bagian dari upaya bersama dalam mengoptimalkan kinerja pengelolaan zakat," pungkasnya.
BERITA07/08/2024 | BAZNAS Indonesia
BAZNAS RI ADAKAN SOSIALISASI DAN RAPAT TEKNIS KURASI UMKM BINAAN BAZNAS KABUATEN BANYUWANGI
BAZNAS RI ADAKAN SOSIALISASI DAN RAPAT TEKNIS KURASI UMKM BINAAN BAZNAS KABUATEN BANYUWANGI
Kurasi Produk adalah suatu langkah kerja dan/atau kegiatan dalam melakukan pemeriksaan, pemeliharaan, serta pengawasan terhadap nilai atau standar suatu produk. Tujuan Kurasi Produk adalah Memastikan keberadaan setiap produk memiliki standar mutu dan kelayakan untuk konsumen. Mengetahui proses produksi, bahan baku, produk knowledge, kemasan hingga harga produk. Mengetahui adanya potensi pengembangan produk. Kegiatan kurasi Produk merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam satu hari atau lebih dimana peserta akan langsung mendapatkan fasilitasi : 1. NIB 2. PIRT 3. Akun Halal 4. Input data request design 5. Akun pemasaran/akun media pemasaran
BERITA06/08/2024 | Humas BAZNAS Kabupaten Banyuwangi
SANTUNAN ANAK YATIM PADA ACARA KUNJUNGAN BUPATI DI DESA PENGATIGAN
SANTUNAN ANAK YATIM PADA ACARA KUNJUNGAN BUPATI DI DESA PENGATIGAN
Santunan anak yatim pada acara kunjungan Bupati di Desa Pengantigan Kecamatan rogojampi
BERITA05/08/2024 | Humas BAZNAS
SANTUNAN ANAK YATIM PADA ACARA KUNJUNGAN BUPATI DI DESA SUMBERBERAS MUNCAR
SANTUNAN ANAK YATIM PADA ACARA KUNJUNGAN BUPATI DI DESA SUMBERBERAS MUNCAR
Santunan anak yatim pada acara kunjungan Bupati di Desa Sumberberas Kecamatan Muncar
BERITA05/08/2024 | Humas BAZNAS
SANTUNAN ANAK YATIM PADA ACARA KUNJUNGAN BUPATI DI DESA KEDUNGREJO
SANTUNAN ANAK YATIM PADA ACARA KUNJUNGAN BUPATI DI DESA KEDUNGREJO
Santunan anak yatim pada acara kunjungan Bupati di Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar
BERITA05/08/2024 | Humas BAZNAS
SANTUNAN ANAK YATIM PADA ACARA KUNJUNGAN BUPATI DI DESA KEDUNGRINGIN
SANTUNAN ANAK YATIM PADA ACARA KUNJUNGAN BUPATI DI DESA KEDUNGRINGIN
Santunan anak yatim pada acara kunjungan Bupati di Desa Kedungringin Kecamatan Muncar
BERITA05/08/2024 | Humas BAZNAS
BANTU BIAYA AKOMODASI AGUS PRIYONO PENDERITA LEVER
BANTU BIAYA AKOMODASI AGUS PRIYONO PENDERITA LEVER
Agus Piyono adalah berstatus seorang DUDA yang bertemapt tinggal di Dusun Kedungrejo Rt.004 Rw.004 Desa Sambimulyo Kec. Bangorejo Kab. Banyuwangi. Beliau hidup sebatangkara numpang dirumah pamannya dan tidak punya pekerjaan yang tetap, sehari-hari hanya sebagai buruh tani biasa, dan tergolong keluarga miskin. Agus Priyono saat ini sedang menderita sakit liver dan dalam penanganan medis di rumah sakit umum Daerah di Genteng. Melalui UPZ Kec. Bangorejo, BAZNAS membantu biaya akomodasi Agus Piyono dengan dana zakat dari para muzakki BAZNAS.
BERITA02/08/2024 | Humas BAZNAS
SANTUNAN 1446 ANAK YATIM PADA ACARA FESTIVAL MUHARRAM CERIA
SANTUNAN 1446 ANAK YATIM PADA ACARA FESTIVAL MUHARRAM CERIA
Dalam acara Festival anak yatim Muharram ceria Pemkab bersama BAZNAS menyantuni 1446 anak yatim,setiap anak mendapatkan sebuah tas dan uang tunai sebesar Rp.500.000,-. Sumber dana santunan tersebut adalah infaq terikat dari berbagai muzakki perusahaan dan sebagian besar dari ASN yang berada di seluruh wilayah Kabupaten Banyuwangi. Selain santunan, Pemkab mengadakan berbagai acara termasuk melatih bakat minat anak dalam seni fotografi, melukis, memainkan berbagai alat musik serta beragam kerajinan tangan. Anak-anak yatim juga bermain permainan di Banyuwangi Park setelah selesai acara.
BERITA01/08/2024 | Humas BAZNAS
CARA MENGHITUNG ZAKAT
CARA MENGHITUNG ZAKAT
Zakat penghasilan atau yang dikenal juga sebagai zakat profesi adalah bagian dari zakat maal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan / penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah. Nishab zakat penghasilan sebesar 85 gram emas per tahun. Kadar zakat penghasilan senilai 2,5%. Dalam praktiknya, zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap bulan dengan nilai nishab per bulannya adalah setara dengan nilai seperduabelas dari 85 gram emas, dengan kadar 2,5%. Jadi apabila penghasilan setiap bulan telah melebihi nilai nishab bulanan, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% dari penghasilannya tersebut.(Sumber: Al Qur'an Surah Al Baqarah ayat 267, Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019, Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003, dan pendapat Shaikh Yusuf Qardawi). 2,5% x Jumlah penghasilan dalam 1 bulan Contoh: Jika harga emas pada hari ini sebesar Rp938.099/gram, maka nishab zakat penghasilan dalam satu tahun adalah Rp79.292.978,-. Penghasilan Bapak Fulan sebesar Rp10.000.000/ bulan, atau Rp120.000.000,- dalam satu tahun. Artinya penghasilan Bapak Fulan sudah wajib zakat. Maka zakat Bapak Fulan adalah Rp250.000,-/ bulan.
BERITA27/07/2024 | Humas BAZNAS
MENGENAL LEBIH JAUH PROGRAM UMKM BAZNAS
MENGENAL LEBIH JAUH PROGRAM UMKM BAZNAS
Modal Mikro Bergulir Sistim Qordl Al Hasan Bantuan Modal Usaha dengan pola Qordl Al Hasan merupakan bantuan modal usaha yang dipinjamkan kepada sekelompok mustahik secara bertahap kepada kelompok usaha kecil, seperti pedagang cilok, gorengan, rujak, dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk membantu para pelaku usaha kecil mengembangkan usahanya dan menghindari ketergantungan pada rentenir atau bank plecit. agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. QS. Al-Hasyr Ayat 7 Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu´allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Surat At-Taubah Ayat 60 Skema Modal Mikro Bergulir Tahap 1 Pada tahap pertama, mustahik (penerima bantuan) menerima dana sebesar Rp 750.000 dengan angsuran selama 75 hari atau Rp 10.000 per hari. Tahap 2 Setelah lunas, mustahik akan menerima tambahan dana sebesar Rp 250.000, sehingga total dana yang diterima menjadi Rp 1.000.000 dengan angsuran selama 100 hari. Tahap 3 Pada tahap ketiga, mustahik menerima tambahan dana sebesar Rp 250.000, sehingga total dana yang diterima menjadi Rp 1.250.000 dengan angsuran selama 150 hari. Keunggulan Program Modal Mikro Bergulir Mengembangkan Usaha Kecil Program ini membantu mustahik untuk mengembangkan usaha kecilnya dengan memberikan modal yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi, memperluas jangkauan pasar, atau melakukan inovasi produk. Menghindari Rentenir Dengan adanya program ini, mustahik dapat terhindar dari ketergantungan pada rentenir atau bank plecit yang biasanya memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Melatih Tanggung Jawab Program ini juga melatih mustahik untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap bantuan yang diberikan, karena mereka harus melakukan angsuran secara rutin. Meningkatkan Status Mustahik Melalui program ini, BAZNAS berupaya untuk meningkatkan status mustahik menjadi muzakki atau mutasadiq (pemberi zakat) dengan membantu mereka mengembangkan usaha kecilnya.
BERITA26/07/2024 | Humas BAZNAS
PROGRAM BAZNAS KABUPATEN BANYUWANGI
PROGRAM BAZNAS KABUPATEN BANYUWANGI
Banyuwangi Makmur Modal Usaha Miko Bantuan Alat Kerja Banyuwangi Cerdas Beasiswa SD Beasiswa SLTP Beasiswa SLTA Beasiswa PT Beasiswa Santri Tahfidz Banyuwangi Peduli Sembako Dhuafa Santunan Tunai Ramadhan Rantang Dhuafa Bedah Rumah Gharim Anak Yatim Dhuafa Ibnu Sabil Banyuwangi Taqwa Muallaf Sarana Masjid/Musholla Fi Sabilillah Banyuwangi Sehat Khitan Massal Dhuafa Bantuan Operasional Pengobatan
BERITA25/07/2024 | Humas BAZNAS
MENGENAL APA ITU ZAKAT EMAS DAN PERAK?
MENGENAL APA ITU ZAKAT EMAS DAN PERAK?
Zakat emas, perak, atau logam mulia adalah zakat yang dikenakan atas emas, perak dan logam mulia lainnya yang telah mencapai nisab dan haul. Dalil mengenai kewajiban zakat atas emas ini ada dalam Al-Quran Surat At-Taubah Ayat 34. “… Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,”. Kewajiban zakat emas dan perak juga didasari dari beberapa hadits lainnya, salah satunya adalah hadits riwayat Abu Dawud rahimahullah: “Jika engkau memiliki perak 200 dirham dan telah mencapai haul (satu tahun), maka darinya wajib zakat 5 dirham. Dan untuk emas, anda tidak wajib menzakatinya kecuali telah mencapai 20 dinar, maka darinya wajib zakat setengah dinar, lalu dalam setiap kelebihannya wajib dizakati sesuai prosentasenya.” (HR. Abu Dawud) Syarat Emas dan Perak yang Wajib Dizakati Setelah mengetahui tentang kewajiban zakat emas dan perak, lalu selanjutnya kita perlu mengetahui apa saja syarat emas dan perak yang wajib dizakati. Adapun detailnya sebagai berikut : Milik Sendiri, artinya kepemilikan atas emas tesrbut dimiliki secara sempurna dan sah, bukan pinjaman atau milik orang lain. Sampai Haulnya, artinya emas tersebut sudah tersimpan selama satu tahun berjalan. Sampai Nisabnya, artinya emas yang dimiliki sudah mencapai batasnya untuk dikategorikan sebagai harta yang wajib dizakati. Untuk nisab zakat emas sendiri sebesar 85 gram. Nisab dan Cara Menghitung Zakat Emas dan Perak Zakat emas wajib dikenakan zakat jika emas yang tersimpan telah mencapai atau melebihi nisabnya yakni 85 gram (mengikuti harga Buy Back emas pada hari dimana zakat akan ditunaikan), kadar zakat emas adalah 2,5%. Sementara itu, zakat perak wajib ditunaikan jika perak yang dimiliki telah mencapai atau melebihi nisab sebesar 595 gram, kadar zakatnya ialah 2,5% dari perak yang dimiliki. Berikut cara menghitung zakat emas/perak: 2,5% x Jumlah emas/perak yang tersimpan selama 1 tahun Contoh: Bapak Fulan memiliki emas yang tersimpan sebanyak 100 gram (melebihi nisab), maka emasnya sudah wajib untuk dizakatkan. Jika ingin menunaikan zakat emas dengan uang, maka emas tersebut perlu di konversikan dulu nilainya dengan harga harga emas saat hendak ingin menunaikan zakat, misalnya Rp.800.000,-/gram, maka 100 gram senilai Rp.80.000.000,-. Zakat emas yang perlu Bapak Fulan tunaikan adalah 2,5% x Rp.80.000.000,- = 2.000.000,-.
BERITA23/07/2024 | BAZNAS Indonesia
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Banyuwangi.

Lihat Daftar Rekening →